28 October 2020, 20:35 WIB

Amerika akan Danai Penelitian Israel di Tepi Barat dan Golan


Mediaindonesia.com | Internasional

AMERIKA Serikat mencabut larangan pendanaannya untuk proyek penelitian ilmiah Israel di Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan, wilayah yang diduduki Israel dalam perang tahun 1967. Hal tersebut merupakan klaim yang dikeluarkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (27/10).

Belum ada komentar dari Palestina tentang langkah tersebut yang diumumkan seminggu sebelum pemilihan presiden AS. Kesepakatan masa lalu dengan pemerintah AS menetapkan bahwa proyek penelitian Israel yang menerima hibah AS tidak dapat dilakukan di daerah-daerah yang berada di bawah pemerintahan Israel dalam konflik 1967.

Pemerintahan Trump tahun lalu secara efektif mendukung hak Israel untuk membangun permukiman di Tepi Barat. Dengan demikian, Washington meninggalkan sikap lama AS bahwa permukiman Israel tersebuttidak sejalan dengan hukum internasional.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan duta besar AS untuk Israel akan menandatangani amendemen perjanjian kerja sama ilmiah pada upacara khusus di permukiman Yahudi di Tepi Barat pada Rabu (28/10).

Perjanjian yang direvisi itu akan memperluas kerja sama ilmiah antara Israel dan Amerika Serikat ke Yudea, Samaria, dan Dataran Tinggi Golan. Demikian bunyi pernyataan Israel yang menggunakan nama-nama tersebut dari Alkitab untuk menyebut Tepi Barat.

Palestina ingin mendirikan negara di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur. Bersama dengan banyak negara, Palestina menganggap permukiman Israel di wilayah-wilayah tersebut sebagai tindakan ilegal.

Di bawah cetak biru perdamaian yang diumumkan Trump pada Januari--tapi ditolak Palestina karena bias terhadap Israel--Israel akan mempertahankan kendali atas sebagian besar permukiman yang dibangunnya di Tepi Barat.

Pada Mei, Trump mengakui pencaplokan Israel atas Dataran Tinggi Golan, dataran tinggi strategis yang direbut Israel dari Suriah. Trump juga tidak menghiraukan konsensus internasional dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan kemudian memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota suci tersebut. (Ant/OL-14

BERITA TERKAIT