28 October 2020, 18:44 WIB

Gasifikasi Batu Bara Disebut Mampu Menghemat Devisa Negara


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BADAN Usaha Milik Negara bidang pertambangan batu bara, PT Bukit Asam (PTBA) yakin bahwa hilirisasi batu bara melalui gasifikasi mampu menghemat devisa negara. Tidak main-main, jumlah devisa yang bisa dihemat mencapai angka Rp8,7 triliun.

Corporate Secretary Bukit Asam Apollonius Andwie C mengatakan, perseroan berkomitmen untuk mengembangkan hilirisasi batu bara antara lain dengan rencana pembangunan pabrik pemrosesan batu bara menjadi dymethil eter (DME) yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Hal ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk percepatan peningkatan nilai tambah batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus membuktikan dan menjalankan komitmennya sebagai pionir pengembangan usaha hilirisasi batu bara di Indonesia.

Baca juga : UU Cipta Kerja Bidang Pelayaran Tingkatkan Daya Saing Kemaritiman

"Hadirnya DME sebagai bahan bakar alternatif bisa membantu menekan impor LPG dan menghemat devisa negara. Berdasar hitungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, potensi penghematan negara bisa mencapai Rp8,7 triliun," ujar Apollonius dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/10).

Nantinya pabrik hilirisasi batu bara tersebut akan mengolah sebanyak 6 juta ton batu bara per tahun dan diproses menjadi 1,4 juta ton DME yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG. Persiapan konstruksi proyek hilirisasi direncanakan dimulai pada pertengahan 2021 dan target operasi di 2025.

"Proyek hilirisasi ini ini juga telah disetujui Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari Program Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT