28 October 2020, 18:00 WIB

Purwakarta Waspadai Lonjakan Kasus DBD


Reza Sunarya | Nusantara

PETUGAS kesehatan melakukan fogging pada satu kampung, RT 8/13 Kelurahan Ciseureuh, Rabu (28/10). Ini menyusul merebaknya kasus chikungunya dan demam berdarah di perkampungan tersebut.  

Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir, puluhan warga secara bersamaan mengalami gejala kaki bengkak, tangan kaku, dan demam tinggi. Penyemprotan (fogging) dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, sedikitnya terhadap 98 rumah. Satu per satu rumah disemprot dari halaman hingga masuk ke bagian dapur.

Petugas kesehatan, Sri Haryanti, mengungkapkan, penyemprotan dilakukan sebagai penanganan jangka pendek atas merebaknya kasus chikungunya dan antisipasi demam berdarah dengue (DBD). Terlebih lagi, datangnya musim penghujan sangat berpotensi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

"Paling penting itu masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungannya. Kalau penyemprotan hanya sebatas membunuh nyamuk dewasa, tidak menyentuh jentik. Caranya ya lebih digiatkan kebersihan lingkungan dan tetap selalu melaksanakan kegiatan 3M," Kata Sri.

Sri berharap adanya kesadaran warga akan pentingnya membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampung air lemari es yang memiliki potensi sebagai tempat perkembangan nyamuk penular DBD.

Berdasarkan data di pengurus lingkungan setempat, kasus DBD di lingkungan RW 13 Kelurahan Ciseureuh terbilang tinggi. Tahun sebelumnya sebanyak 16 warga terjangkit dan tahun ini atau sampai Oktober 2020 sudah mencapai 20 kasus DBD. (OL-14)

BERITA TERKAIT