28 October 2020, 16:56 WIB

ISEF Sinergikan Inisiatif Pengembangan Ekonomi Syariah


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PERGELARAN Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-7 dapat menjadi sarana untuk menyinergikan dan merealisasikan pemikiran serta inisiatif dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Nanti, itu akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional maupun global.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan hal itu saat membuka ISEF ke-7 secara virtual, Rabu (28/10). “ISEF juga dapat menjadi momentum akselerasi bagi semua pihak untuk memperluas kerja sama internasional,” ujarnya.

Perry mengatakan, penyelenggaraan ISEF merupakan wujud nyata komitmen bank sentral dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah yang dilakukan melalui tiga pilar. Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah. Pilar pertama diarahkan untuk membangun mata rantai ekonomi halal, baik skala kecil menengah seperti di pesantren dan komunitas hingga skala besar yang meliputi dunia industri dan asosiasi usaha di berbagai sektor.

Pilar kedua ialah keuangan syariah. Melalui ISEF, bank sentral berupaya memperluas akses dan produk keuangan yang bersifat komersial, seperti perbankan, pasar keuangan, dan lembaga keuangan lain. Perluasan itu juga dilakukan dalam lingkup keuangan sosial, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Pilar ketiga ialah edukasi dan sosialisasi ekonomi dan keuangan syariah. Itu dilakukan melalui kurikulum ekonomi syariah, kewirausahaan, serta penyelenggaraan Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (Fesyar) selama tiga kali dalam setahun yang diikuti dengan pelaksanaan ISEF sekali dalam setahun.

“Sejak kick off pada 7 Agustus 2020, telah sukses diselenggarakan tiga Fesyar di tingkat wilayah, yaitu Sumatra yang terpusat di Sumatra Barat, wilayah timur di NTB, dan wilayah Jawa dipusatkan di Jawa Timur. Rangkaian kegiatan tidak kurang dari 23 webinar bertaraf nasional dan internasional, 12 business coaching dan matching, 22 workshop, 10 show case internasional, dan lebih dari 600 peserta eksibisi. Bahkan fesyar di Jawa Timur diikuti lebih dari 75 ribu peserta dan sukses menghasilkan kesepakatan bisnis sebesar Rp3,49 triliun,” terang Perry.

Sebagian besar kegiatan ISEF ke-7, imbuh Perry, diselenggarakan untuk mengakselerasi ekonomi syariah, termasuk Mukernas Herbitren, sertifikasi halal, halal lifestyle, Ekraf Talk, Forum Wisata Nasional, hingga Konferensi OKI mengenai Digitalisasi dan Ekonomi.

“Tak kalah pentingnya, selama sepekan ini akan terus dilakukan financial intermediarity, business deal, sehingga perbankan, fintech, dan pelaku usaha bisa menjalin hubungan bisnis. Tak kalah penting juga, Indonesia Modest Fashion Show yang diikuti oleh 185 desainer seluruh Indonesia,” ujarnya.

“Yang sangat membanggakan yaitu semakin banyaknya lembaga, asosiasi, dan berbagai pihak penggiat ekonomi syariah, baik secara nasional maupun internasional, yang bergabung dalam ISEF untuk akselerasi ekonomi dan keuangan syariah,” pungkas Perry. (OL-14)

BERITA TERKAIT