28 October 2020, 15:16 WIB

Jokowi: Sumpah Pemuda Satukan Anak Bangsa di Tengah Persaingan


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

SEMANGAT Sumpah Pemuda harus tetap hidup di era ini untuk menghadapi dunia yang berubah dengan cepat dan penuh dengan persaingan. Sumpah Pemuda bisa menjadi energi positif yang menyatukan seluruh anak bangsa di Tanah Air.

"Kini 92 tahun telah berlalu, semangat Sumpah Pemuda harus terus menyala menghadapi dunia yang berubah dengan cepat," ujar Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 secara virtual, Rabu (28/10).

Dalam arus besar globalisasi, yang sering terjadi ialah persaingan sengit antarnegara dan juga antarindividu. Kompetisi itu kerap berujung pada upaya saling mengalahkan dan saling menghancurkan yang kemudian menjadi energi negatif yang merugikan. Namun, Presiden mengatakan semangat Sumpah Pemuda justru bisa mempersatukan anak bangsa.

"Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan. Persaingan dan perbedaan tidak harus membuat kita melupakan ada masalah-masalah bersama, kepentingan-kepentingan bersama, maupun tujuan-tujuan bersama yang semua bisa kita selesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama," jelasnya.

Kepala Negara berpandangan persatuan dan bekerja sama ialah kunci untuk mencapai Indonesia Maju. Untuk itu, upaya-upaya untuk menjaga persatuan dan keindonesiaan harus terus dilakukan. Menurutnya, menjadi Indonesia tidak cukup hanya dengan menjadi bagian dari wilayah Indonesia.

"Kita harus bekerja sama merawat keindonesiaan. Keindonesiaan harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan. Kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas. Tidak ada Jawa, tidak ada Sumatra, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua. Yang ada adalah saudara sebangsa dan setanah air," tegasnya.

Presiden juga menyampaikan persatuan harus terus diperjuangkan dengan menghargai perbedaan, menjaga toleransi, serta menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Untuk mewujudkan Indonesia yang satu, seluruh komponen bangsa harus bekerja sama membangun Indonesia secara adil dan merata, membangun Indonesia sentris dari pinggiran, desa, pulau terdepan, hingga perbatasan.

"Kita juga membangun infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau untuk mempersatukan Indonesia. Dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan, masyarakat Papua, masyarakat Aceh, dan masyarakat Indonesia di berbagai wilayah merasa menjadi bagian dari Indonesia, merasa memiliki Indonesia, serta ikut berkontribusi untuk memajukan Indonesia," paparnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT