28 October 2020, 17:10 WIB

Musisi Dunia Serukan Peningkatan Tarif Royalti di Spotify


Fathurrozak | Weekend

SEKELOMPOK musisi, produser, hingga pekerja musik live bersatu di bawah bendera Union of Musicians and Allied Workers (UMAW) meluncurkan kampanye baru, yang disebut Justice At Spotify. Kampanye ini ditujukan untuk mencoba mendapatkan dukungan, terkait serangkaian perubahan yang ingin mereka lihat dari layanan streaming terbesar di dunia tersebut. 

Bersamaan dengan pernyataan misi itu, juga sudah ada petisi yang ditandatangani oleh lebih dari enam ribu orang - termasuk musikus seperti DIIV, Julia Holter dan Speedy Ortiz. Dalam pernyataan tersebut, setidaknya ada tiga daftar tuntutan. 

“Karena covid-19 secara ekonomi menghancurkan pekerja musik di mana-mana, semakin jelas model Spotify yang ada saat ini bertentangan dengan kebutuhan sebagian besar musisi," kata serikat pekerja itu dalam pernyataan, dikutip dari Billboard, Selasa (27/10).

Tuntutan tersebut dibagi menjadi tiga bagian utama. Yang pertama, berpusat pada pembayaran, termasuk membayar musisi satu sen per stream musik mereka, atau disetarakan dengan mata uang di masing-masing negara, peningkatan di atas rata-rata tarif campuran Spotify sebesar $0,0038 (Rp55,7); dan beralih ke model pembayaran yang berpusat pada pengguna, bukan dengan model prorata seperti saat ini. Dengan demikian, secara teorinya, musisi dibayar sesuai dengan jumlah streaming musik mereka, bukan pada proporsi prorata semua streaming secara kolektif. (M-1)

BERITA TERKAIT