28 October 2020, 14:45 WIB

Nadiem Ajak Pemuda Ubah Resah Pandemi Jadi Solusi


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak para pemuda untuk mengubah keresahan akibat pandemi covid-19 menjadi solusi.

"Sudah lebih dari tujuh bulan Indonesia dan dunia berjibaku melawan pandemi covid-19. Seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, mengalami masa yang sulit. Namun, tidak ada artinya keresahan apabila kita tidak dapat menemukan solusi untuk bangkit bersama, "ujar Nadiem dalam keterangannya dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu (28/10).

Nadiem mengajak generasi muda untuk menyalakan lagi semangat Kongres Pemuda 1928. "Kita jawab keresahan dengan solusi," tambah dia.

Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 membuktikan bahwa kaum muda mampu mengubah resah menjadi jalan keluar. Mereka mampu menjadi motor pergerakan menuju kemajuan.

"Masa sulit ini harus menjadi pembelajaran, penguatan mental dan karakter, serta ruang kreativitas bagi kita semua. Sudah waktunya kita, pemuda Indonesia, untuk bersatu dan bangkit, menciptakan terobosan dan inovasi yang akan membantu bangsa ini melompat melampaui keterbatasan," imbuh dia.

Inovasi bukanlah semata bicara hasil, tapi rangkaian proses yang dapat dimulai dari gagasan sekecil apapun. "Pertama, kita punya sasaran yang jelas dan terukur. Kalau tidak bisa diukur, dari mana kita tahu ada kemajuan?" kata dia.

Kedua, mental juara yang siap gagal. Kalau tidak mampu menyikapi kegagalan sebagai pembelajaran yang berharga, tantangan baru akan selalu terlihat sebagai risiko, bukan peluang.

Ketiga, keyakinan yang tak terbendung. Keyakinan bahwa semua masalah, sebesar atau serumit apapun, pasti ada solusinya.

"Besar harapan saya generasi muda akan banyak berinovasi agar kita dapat mengantarkan Indonesia ke tempat yang lebih maju dan sejahtera," pungkas dia. (OL-14)

BERITA TERKAIT