28 October 2020, 14:17 WIB

PSBMK Kota Bogor Berlanjut Hingga 10 November


Dede Susianti | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Bogor memutuskan tetap melanjutkan kebijakan Pembatasan Sosial Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBMK) di Kota Bogor.

Kebijakan penanganan covid-19 ini seharusnya berakhir hari ini, Rabu 28 Oktober. Namun setelah melalui rapat khusus, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, melanjutkan pelaksanaannya hingga 10 November 2020 mendatang.

“PSBMK dua minggu ke depan masih sama. Baru saja kami menyampaikan tentang kebijakan melanjutkan PSBMK hingga 10 November. Bogor masih di zona oranye, tapi ada perbaikan dalam hal tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur, dan juga menurunnya lonjakan kasus positif,” ungkap Bima, Rabu (28/10).

Bima menjelaskan, untuk pola lain masih sama, seperti penularan terbesar adalah di rumah tangga dan di perkantoran.

“Karena itu fokusnya di situ. Rumah makan atau restoran itu minim sekali (terjadi penularan). Tapi kita masih melanjutkan kebijakan untuk jam operasional masih sampai jam 9 malam dengan protokol kesehatan. Polanya kita pertahankan,” ujar Bima.

Lebih detail dijelaskan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakot Bogor Rudiyana.

Rudi menjelaskan data BNPB melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid19 (BLC), Kota Bogor berada resiko sedang (zona oranye) atau sama dengan zonasi minggu kemarin.

“Namun, indikator jumlah tempat tidur yang menampung pasien covid-19 skornya semakin membaik, artinya fasilitas kesehatan semakin membaik,"katanya.

Baca juga : Satgas Ingatkan Pemda Tak Lengah Sikapi Zonasi

Dia merinci, tersedia 396 tempat tidur di RS bagi pasien dengan gejala dan 100 tempat tidur di BNN Lido bagi pasien tanpa gejala. Sedangkan tingkat penggunaannya mencapai 57,3 persen di RS dan 28 persen di BNN Lido. Hal ini menggambarkan kesiapan kita yang baik dalam penanganan pasien covid-19.

Untuk penambahan jumlah positif pekan ini, lanjutnya, sebanyak 165 kasus atau lebih rendah dari pekan sebelumnya sebanyak 181 kasus. Sementara jumlah pasien sembuh cukup besar yakni sebanyak 151 kasus, sehingga tingkat kesembuhan meningkat dari sebelumnya sebesar 79,7 persen dan jumlah kasus aktif menurun 2 persen dari sebelumnya menjadi 16,9 persen.

“Dari 165 pasien, 58,8 persen adalah usia produktif, dimana sebagian besar diduga terpapar di tempat kerja. Kemudian 26,1 persen adalah lansia dan pra lansia yang juga diduga sebagian besar terpapar di tempat kerja,"katanya.

Sedangkan sisanya, katanya, adalah anak-anak yang diduga terpapar dari anggota keluarga lain yang bekerja. Hal itu karena 64 persen anak-anak tersebut mengakui tidak keluar rumah selama dua minggu sebelumnya.

"Oleh karenanya, kami terus mengingatkan agar kantor dan tempat kerja untuk mengoptimalkan protokol kesehatan dan menerapkan WFH,” jelasnya.

Mempertimbangkan data-data di atas, lanjut Rudiyana, Pemkot Bogor melanjutkan PSBMK selama dua minggu ke depan mulai tanggal 28 Oktober hingga 10 November 2020, melalui Keputusan Walikota Bogor No : 440.45-795 Tahun 2020. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT