28 October 2020, 09:52 WIB

Dukung Generasi Muda, Bakti Hadirkan Internet ke Pelosok Negeri


mediaindonesia.com | Humaniora

GENERASI muda saat ini tak bisa dipungkiri adalah gene­rasi yang sangat fasih dengan teknologi internet. Ketersediaan berbagai informasi di internet pun sedikit banyak mengubah pola perilaku gene­rasi ini.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika Anang Latif. Untuk itu, katanya, akses internet harus merata di semua wilayah Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat.

“Generasi milenial tentu bukan hanya mendominasi di Pulau Jawa, Jakarta, atau kota-kota besar. Generasi milenial pun hadir di timur Indonesia, di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan). Ini pun generasi yang perlu mendapatkan hak informasi dan teknologi berupa layanan internet,” ungkap Anang dalam program Suara Muda-Mudi Bangun Negeri di Metro TV, Rabu (28/10).

Dia mengatakan bahwa di sinilah peran Bakti agar generasi milenial yang ada di daerah 3T bisa mendapatkan kesempatan untuk menikmati akses internet.

“Itulah kenapa Bapak Presiden telah meminta Kementerian Kominfo dan Bakti untuk menghadirkan sinyal selambat-lambatnya akhir 2022 agar semua desa hadir dengan internet cepat,” jelasnya.

Pada 2023 mendatang, akses internet juga dikabarkan akan menjangkau pelosok Tanah Air dengan mengorbitnya Satelit Republik Indonesia atau Satria. Satelit dengan kapasitas 150 Gbps atau tiga kali lipat dari keseluruhan kapasitas sembilan satelit yang ada sekarang disebut akan menghadirkan akses wifi gratis di 150.000 titik layanan publik di berbagai penjuru Nusantara.

Di sisi lain, kata Anang, internet memang bagai dua sisi mata uang. Ia dapat memberikan nilai positif tetapi, tak jarang juga menimbulkan dampak negatif.

Anang menyebut berdasarkan riset, manfaat internet memang sulit dipisahkan antara sisi negatif dan positif. Dalam hal ini, Bakti bersama Kementerian Kominfo selalu mendorong agar sisi manfaat positif dari internet bisa mendominasi penggunaannya, khususnya untuk anak-anak muda.

“Di sini Kominfo tidak bisa bekerja sendirian. Kami harus mengerahkan seluruh unsur masyarakat. Ada guru-guru, orang tua, lembaga masyarakat, bagaimana mengkampanyekan penggunaan internet secara positif,” ujarnya.

Dia mencontohkan hoaks tidak akan muncul ketika pengguna internet menggunakan teknologi ini secara positif, selain selalu waspada ketika mendapatkan informasi dari mana pun.

Bermanfaat positif

Di sisi lain, Anang meng­apresiasi berbagai inovasi yang dilahirkan para pemuda Tanah Air sebagai wujud pemanfaatan teknologi internet yang positif.

Seperti diketahui, berbagai platform aplikasi bermuncul­an untuk menghadirkan solusi atas persoalan masa kini, dari bidang kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi.

“Aplikasi-aplikasi yang bermanfaat positif ini harus didorong penggunaannya sehingga adik-adik dan pemuda-pemuda kita bisa mendorong perekonomian di desanya tumbuh dan bermanfaat,” tutur Anang.

“Tentunya dengan semangat Sumpah Pemuda, kehadiran internet yang nantinya bisa mencapai seluruh daerah, di desa-desa 3T ini, bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak muda untuk membangun negeri. Selamat Hari Sumpah Pemuda!” pungkasnya. (Ifa/S3-25)

BERITA TERKAIT