28 October 2020, 08:03 WIB

Hujan belum Turun, Petani di Aceh Mulai Resah


Amirudin Abdullah Reubee | Nusantara

PETANI di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sejak tiga pekan terakhir, mulai resah. Hal itu karena rencana turun ke sawah yang sebelumnya di jadwal pada awal Oktober ini, gagal.

Pasalnya, di kabupaten pesisir Selat Malaka itu, hingga sekarang belum memasuki awal musim hujan. Lalu sumber air dari aliran sungai dan saluran irigasi teknis juga terjadi krisis.

"Petani sudah siap turun ke sawah tapi karena tidak ada sumber air, rencana ini gagal. Biasanya, Oktober seperti ini, sudah musim hujan, tapi sekarang masih kekeringan. Mungkin ini pergeseran musim sehingga belum turun hujan," kata Abdul Kadir, tokoh adat tani di Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Rabu (28/10).

Baca juga: Jokowi Ikut Tanam Bawang di Food Estate Humbahas

Dinas Pertanian Kabupaten Pidie mengimbau petani supaya pada Oktober sudah mulai membajak sawah. Karena, pada bulan itu, biasanya sudah memasuki musim penghujan.

Menanggapi seruan tersebut, sebagian petani di Kecamatan Sakti, Delima, Indrajaya, dan Kecamatan Mutiara, begitu memasuki Oktober sudah mulai membajak sawah. Ternyata, hingga sekarang, belum memasuki musim penghujan.

Itu sebabnya di tengah perjalanan olah tanah, puluhan ha (hektare) lahan sawah mereka mengering. Apalagi sumber air irigasi andalan mereka juga mulai krisis. Sehingga lahan sawah yang sedang proses olah tanah dan bibit padi di persemaian pun mengering atau bercak-bercak.

"Ada puluhan hektare tersebar di beberapa lokasi yang sudah olah tanah dan benihnya sudah disemai. Sayangnya, lahan sudah kering, sedangkan bibit di persemaian sudah siap tanam. Kalau sepekan lagi tidak hujan, itu bisa gagal tanam," keluh Tarmizi, petani di Kecamatan Sakti. (OL-1)

BERITA TERKAIT