28 October 2020, 02:05 WIB

Terus Menuai Bencana


Kristiadi | Nusantara

JAWA Barat membuktikan diri sebagai supermarket bencana. Kemarin, tiga kabupaten terdampak bencana tanah longsor dan banjir.

Dua warga kehilangan nyawa. Mereka tertimbun tanah dari sebuah tebing setinggi 5 meter yang longsor.

Kedua korban ialah suami-istri, warga Dusun Pangasinan, Desa Pasirgeulis, Padaherang, Kabupaten Pangandaran. “Korban Irut, 75, dan istrinya, Sunarsih, 70. Mereka tidak tertolong karena tebing longsor menimbun rumah mereka hingga rata dengan tanah,” ujar Kepala Desa Pasirgeulis, Usman.

Tim evakuasi membutuhkan waktu 3 jam lebih untuk menemukan tubuh keduanya. “Selain tanah longsor, hari ini Kabupaten Pangandaran juga dilanda banjir akibat hujan deras yang turun beberapa hari terakhir,” ungkap Pjs Bupati Dani Ramdan, kemarin.

Banjir terjadi di dua desa di Kecamatan Sidamulih dan Mangunjaya. Tidak kurang dari 320 rumah terendam air setinggi 50-150 sentimeter.

“Banjir terjadi karena Sungai Cikaso dan Citonjong meluap,” papar Ketua Tagana Pangandaran, Nana Suryana. Daerah tetangga Pangandaran, Kabupaten Ciamis, juga menderita. Luapan Sungai Cikaso dan Ciputrahaji merendam ratusan rumah di 7 desa pada Kecamatan Banjasari dan Banjaranyar.

“Tidak ada korban jiwa. Kejadian itu membuat 15 kepala keluarga harus mengungsi karena rumahnya tidak bisa ditinggali lagi,” papar Ketua Tagana Ciamis, Ade Waluya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengakui daerahnya sangat rawan kejadian bencana. “Kami berada di urutan 16 dari 494 kabupaten di Indonesia atau ke-5 dari 26 daerah di Jawa Barat.”

 

 

Pengungsian

Masih di Jawa Barat, setelah mengempaskan tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur, giliran Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana akibat hujan deras, kemarin. Akibatnya, sembilan rumah di Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, rusak parah terkena tanah longsor. Sebuah musala dan satu sepeda motor mengalami nasib serupa.

“Tanah longsor terjadi setelah sebuah tebing setinggi 20 meter runtuh,” kata Ketua RW, Nanang Nuryana.

Hujan deras juga mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Desa Gentasari dan Mujur Lor, direndam banjir.

“Ketinggian air mencapai 40- 150 cm. Kami masih terus mengevakuasi warga terdampak yang jumlahnya mencapai 1.009 kepala keluarga,” papar Kepala Bidang Pencegahan, Badan Penang gulangan Bencana Daerah, Arif Pratomo.

Dari Kebumen juga dilaporkan banjir melanda sejumlah kecamatan akibat jebolnya tanggul beberapa sungai. Yang paling parah ialah tanggul Sungai Telomoyo yang jebol sepanjang 45 meter.

“Akibatnya, di Kecamatan Puring, ada 1.295 warga yang harus mengungsi,” kata Bupati KH Yazid Mahfudz. Di Jawa Timur, hujan deras juga disertai angin kencang. Dua desa di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, pun jadi korban.

“Puluhan rumah warga di Desa Sampang Agung dan Windurejo rusak parah. Pohon tumbang juga menimpa satu dump truk,” ujar Plt Kepala BPBD Jawa Timur Januar. (BB/LD/BK/FL/YK/PO/RF/N-2)

BERITA TERKAIT