28 October 2020, 02:56 WIB

Pendidikan Karakter Jadi Prioritas Utama


Ihfa Firdausya | Humaniora

PARA pemuda Indonesia dituntut memiliki karakter yang baik di tengah perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Jika itu tidak dimiliki pemuda Indonesia, mereka akan tergerus arus informasi yang sesat.

“Pendidikan karakter sangat penting. Apabila pemuda tidak punya karakter yang kuat, berintegritas, dan kemampuan berpikir kritis, maka akan tergerus dengan berbagai macam informasi yang tidak benar,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, baru-baru ini.

Karena itulah, lanjut Nadiem, sejak awal menjabat sebagai Mendikbud pada 2019, dirinya memprioritaskan program pendidikan karakter. Hal ini sesuai dengan salah satu implementasi visi presiden Joko Widodo.

Mendikbud juga menyatakan bahwa pendidikan karakter tidak bisa hanya dimasukkan dalam kurikulum ataupun buku, tapi justru ke dalam konten kehidupan bermasyarakat.

“Kita tidak mungkin belajar nilai-nilai, kalau tidak dilakukan melalui kegiatan pendidikan karakter yang melibatkan keluarga dan masyarakat.
Selain melalui berbagai kebijakan dan program, Kemendikbud juga melakukan sosialisasi melalui konten-konten yang dekat dengan masyarakat. Tujuannya agar mayarakat dapat memahami melalui contoh nyata, bukan hanya filosofi ,” terang Nadiem.

Di sisi lain, melalui Permendikbud No 45/2019, Kemendikbud membentuk Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) sebagai salah satu unit organisasi di lingkungan Kemendikbud.

Dalam hal ini, Puspeka diberikan mandat untuk menyosialisasikan dan mengedukasi penguatan karakter secara khusus dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Merdeka Belajar yang dipadukan dengan nilai-nilai karakter.

Kepala Puspeka Kemendikbud Hendarman menyampaikan bahwa edukasi dan sosialisasi pendidikan karakter diberikan melalui media yang lebih efektif bagi generasi muda, seperti televisi, video, dan media digital lainnya.

“Puspeka lebih kepada penyediaan media-media bernilai karakter dengan merujuk profi l pelajar Pancasila, yakni berakhlak mulia, kebinekaan
global, bergotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis,” kata Hendarman.

Sejumlah program pun diinisiasi dengan fokus penyemaian dan penanaman nilai-nilai Pancasila dan pelajar Pancasila. Pada Juni 2020 misalnya, Puspeka Kemendikbud, sukses menggelar rangkaian webinar Aku, Kamu, Dia, dan Pancasila yang melibatkan tokoh publik, kalangan akademisi, pakar pendidikan, guru, pelajar dan mahasiswa, serta pejabat pada lingkungan kementerian.

Webinar pemuda

Sejumlah webinar pun diselenggarakan Puspeka Kemendikbud pada Oktober ini untuk menyongsong semangat Hari Sumpah Pemuda. Pada Sabtu (10/10), misalnya, Puspeka menggelar webinar bertemakan Pemuda dan cinta Tanah Air. Hendarman mengatakan tujuan diselenggarakannya webinar ini ialah untuk menumbuhkan nasionalisme dan cinta Tanah Air pada generasi muda.

Kegiatan yang diikuti 3.865 peserta dari seluruh daerah di Indonesia ini menghadirkan pembicara para pemuda inspiratif. Mereka membagikan pengalaman serta gagasan tentang menjadi pemuda yang memiliki karakter sesuai nilai-nilai pancasila.

Letnan Dua Penerbang Ajeng Tresnadewi, contohnya. Baginya, menumbuhkan cinta Tanah Air kepada generasi muda haruslah dimulai dengan mengenal terlebih dahulu Tanah Air itu sendiri.

“Ibarat anak muda (untuk) bersahabat, harus mengenal dulu karena tidak mungkin kita mau dekat dengan orang jika belum kenal,” kata Ajeng.

Menurut dia, mencintai Indonesia bisa dimulai dengan cara-cara mudah. Contohnya, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. “Kita berkontribusi karena ilmu tak bakal habis, sepanjang masa, dan tidak akan sia-sia,” ungkap pilot muda yang berdinas pada Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi Madiun, Jawa Timur, tersebut.

Cara lainnya, lanjut Ajeng, bisa dengan mencintai produk dalam negeri dan menjaga kerukunan umat beragama.

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, Puspeka nantinya bakal menggelar kegiatan bertema Tapak Tilas Virtual Pergerakan Pemuda Meraih Indonesia Merdeka pada 31 Oktober 2020.

Hendarman menyampaikan kegiatan itu merupakan upaya membangun karakter generasi muda, yang salah satunya ialah melalui peringatan hari-hari besar nasional. Pendidikan Karakter Jadi Prioritas Utama Pendidikan karakter tidak bisa hanya dimasukkan pada kurikulum ataupun buku, tetapi justru ke dalam konten kehidupan bermasyarakat.

“Diharapkan, dengan mengajak generasi muda, lebih mengenal perjuangan para pahlawan kemerdekaan, maka dapat menguatkan rasa cinta Tanah Air, nasionalisme, sadar berbangsa dan bernegara, dan makin paham pentingnya gotong royong,” pungkas Hendarman.

Sementara itu, terkait dengan Hari Sumpah Pemuda 2020, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meluncurkan logo Hari Sumpah Pemuda ke-92 di awal bulan ini. Adapun tema yang diambil pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini ialah Bersatu dan Bangkit.

“Semangat persatuan tak bisa ditawar lagi, harus bersatu dan bergotong-royong. Saya kira kita harus berkolaborasi dengan semua pihak termasuk dengan para pemuda kita, bagaimana kita harus bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19,” kata Menpora Zainudin Amali. (S3-25)

BERITA TERKAIT