28 October 2020, 02:50 WIB

Jadi Pelopor Persatuan dan Kemandirian di Masa Pandemi


(Mal/Dro/X-7) | Humaniora

PEMUDA menjadi aktor penting yang mampu beradaptasi di tengah pandemi covid-19. Selain soal kepeloporan protokol kesehatan, pemuda dinilai bisa menjaga persatuan dan mendorong kemandirian di masa pandemi.

“Pemuda selalu menjadi agen perubahan sosial. Tak ada fase perubahan sosial yang strategis tanpa peran pemuda. Aktor paling strategis dan cepat beradaptasi itu ialah pemuda. Mereka bisa melakukan aktivitas berbasis kreativitas,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Niam Sholeh saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun ini dijadikan sebagai titik balik komitmen kebersamaan di tengah perbedaan. Komitmen yang menyatukan bangsa dengan mencari titik temu di tengah perbedaan organisasi berbasis kedaerahan, keagamaan, dan keumatan.

“Nah, bagaimana kemudian, hari ini di tengah kondisi krisis, di tengah kondisi wabah covid-19, maka etos kebersamaan dan kebersatuan itu menjadi salah satu prasyarat untuk kebangkitan kita,” tambah Asrorun.

Peringatan Sumpah Pemuda kali ini, lanjutnya, juga momentum untuk membangkitkan kreativitas dan inovasi anak anak muda, baik itu di bidang sosial, kewirausaha an, dan politik.

Asrorun menjelaskan Kemenpora mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan pemuda untuk berperan aktif dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Secara terpisah, pengamat sosial budaya Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, mengatakan pemuda harus banyak diberikan panggung di masa pandemi covid-19.

Secara khusus, ia menyoroti kebiasaan adaptasi baru di lingkungan kaum muda di masa pandemi ini. Menurutnya, jangan salahkan jika banyak pemuda yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Karena itu, perlu memberi ruang sesuai keinginan mereka.

“Misalnya, ada kegiatan gim, sekaligus kampanye soal bahaya covid-19. Ini lebih berpengaruh. Kalau mereka tidak banyak ruang, ujungnya nanti ke jalan, tawuran, melakukan hal negatif,” tambah Devie.

Sementara itu, Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana menilai pemuda di kondisi saat ini harus mampu out of the box, tapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

“Dalam koridor kesehatan pemuda harus mampu menunjukkan gaya hidup sehat dan patuh akan protokol kesehatan. Pemuda pun harus aktif dalam mengaitkan hubungan antara kesehatan dan pandemi,” ujarnya.

Wage mengimbau generasi muda untuk menjadikan pandemi sebagai tantangan. Terlebih generasi muda hari ini sangat akrab dengan penggunaan teknologi. (Mal/Dro/X-7)

BERITA TERKAIT