28 October 2020, 02:15 WIB

Berjuang Membebaskan Diri dari Ketertinggalan


DERO IQBAL MAHENDRA | Humaniora

SEMANGAT pemuda pada 92 tahun silam dan semangat pemuda pada saat ini tetap terpelihara dengan bentuk dan tujuan untuk menjawab tantangan zaman.

“Kalau 92 tahun lalu semangat pemuda kita berjuang untuk memerdekakan diri dari penjajahan, sekarang semangat itu seharusnya masih tetap ada dalam bentuk segera membebaskan diri dari
ketertinggalan. Itulah makna Sumpah Pemuda hari ini,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dalam webinar, kemarin.

Menurutnya, sebanyak 25% warga Indonesia merupakan penduduk muda. Para pemuda tersebut merupakan ujung tombak dalam perjalanan bangsa. Bila potensi tersebut digerakkan dan diakselerasikan ke arah yang baik, Indonesia tidak akan tertinggal dari bangsa lainnya.

Untuk itu, lanjut Zainudin, Kemenpora sangat concern dengan hal tersebut, khususnya di bidang startup dan kewirausahaan. Hadirnya banyak tokoh muda penggerak di kedua bidang tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi kaum muda lainnya agar mereka mau bergerak dan berjuang.

“Sehingga perjuangan hari ini adalah bagaimana kita bisa maju di persaingan global dan memanfaatkan kemajuan,” tambahnya.

Ke depan, kata Menpora lagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi dan penggeraknya ialah para pemuda. Bila tidak dipersiapkan sejak sekarang, bonus tersebut tidak akan bermanfaat bagi Indonesia, tetapi justru akan menjadi beban.

Menurutnya, tidak banyak negara yang akan mendapatkan bonus demografi dan kita harus syukuri serta mengoptimalkan peluang yang ada. Untuk itu, narasi-narasi positif dan optimisme dari para pemuda harus ditularkan ke masyarakat.

“Kita harus bersatu dan bangkit sebab kita perkirakan begitu pandemi selesai, kita harus recovery. Kalau tidak kita siapkan, nantinya kita akan ketinggalan dengan negara negara lain sebab mereka
pun sedang mempersiapkan diri untuk bangkit ke depannya,” tutur Zainudin.

Bulan Pemuda


Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kemenpeora mengadakan beragam kegiatan semangat kepemudaan. Di antaranya, Apresiasi Pemuda Berprestasi yang meliputi kepemimpinan pemuda, pemilihan wirausaha muda berprestasi, serta kepeloporan dan kesukarelawanan.

Selain itu, ada kegiatan lain berupa Apresiasi Pemuda Hebat, Anugerah Kota Layak Pemuda, Expo Kewirausahaan dan Kota Layak Pemuda, talkshow dan diskusi kepemudaan, Lomba Penulisan Esai
Kepemudaan, Pekan Pemuda Kreatif, Apel Sumpah Pemuda, Malam Puncak Hari Sumpah Pemuda 2019, Kepeloporan dan Kesukarelawanan, dan lainnya.

Melihat hal itu, infl uencer Zhafira Athirah Loebis yang juga founder dari Babyloania menilai langkah pemerintah sudah tepat.

“Kalau ada program yang menghighlight kontribusi para pemuda terhadap pembangunan Indonesia tentu bagus ya, karena kadang-kadang kita sebagai anak-anak muda rasanya masih jauh untuk jadi pemimpin negara,” ujarnya ketika dihubungi.

Menurut dia, melalui program Kemenpora tersebut, pemuda menjadi tahu apa pun yang mereka lakukan, sekecil apa pun efeknya terhadap lingkungan sekitar bahkan negara. “Jadi, mudah-mudah proram seperti ini bisa meningkatkan semangat bagi para pemuda untuk terus berbuat baik, bermanfaat bagi lingungan, masyarakat, dan negara juga,” katanya.

Saat dihubungi secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda dikenang untuk memberikan inspirasi bagi generasi
penerus bangsa. Bahwa dari zaman ke zaman, anak muda Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Kita selalu bersatu menghasilkan hal terbaik bagi bangsa, termasuk di masa pandemi ini,” katanya.

Karena itu, Mendikbud berpesan kepada para guru dan seluruh pelajar agar bersama Kemendikbud menghasilkan solusi atas semua permasalahan dan tantangan yang dihadapi.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud Evy Mulyani menambahkan, guna memetik inspirasi semangat peringatan Sumpah Pemuda, Kemendikbud menggelar
beberapa kegiatan, antara lain Napak Tilas Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia dengan tema Pemuda hebat, pemuda berkarakter.

Dalam kegiatan tersebut peserta diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah bangsa Indonesia secara virtual dan disertai dialog-dialog kebangsaan. Kemudian kunjungan virtual ke museum
dan diskusi sejarah Indonesia. (Wan/Bay/X-7)

BERITA TERKAIT