28 October 2020, 01:15 WIB

2021, Museum Berbentuk BLU


(Aiw/H-2) | Humaniora

INDONESIA masih memiliki pekerjaan besar di bidang permuseuman. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, masalah paling mendasar yang dihadapi museum di Indonesia ialah manajemen kelembagaan.

Karena itu, salah satu jalan keluar yang ditempuh pemerintah ialah menjadikan museum sebagai badan layanan umum (BLU) pada 2021. "Kajian sudah dilakukan dan sekarang sedang menunggu keputusan dari Kemenkeu," sebutnya dalam FGD yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 dan Yayasan Mitra Museum Jakarta serta Museum Sejarah, kemarin.

Ia menyampaikan, saat ini terdapat total 439 museum yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Namun, hanya 39 museum (8%) yang memenuhi standar sebagai museum tipe A.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan peran museum sangat penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan. Ia berharap, museum hadir sebagai institusi yang mampu mempertahankan entitas budaya dan sejarah bangsa untuk menjawab realitas dan tantangan kebangsaan terkini.

Untuk itu, kata Lestari, museum harus dirancang agar adaptif dengan perkembangan zaman sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa museum hanyalah tempat penyimpanan benda-benda antik, kuno, dan bersejarah serta arsip-arsip tentang masa silam.

"Secara ilmiah sudah diakui peran museum sangat penting untuk meningkatkan kesadaran sejarah dan budaya sebuah negara," ujarnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi X Putra Nababan. Untuk menarik minat generasi muda, Putra menyarankan museum memperkuat kolaborasi dengan para influencer dan komunitas, serta melengkapi fasilitas di dalamnya dengan teknologi terkini, seperti virtual reality, voice over, foto, video, dan audio yang menarik. (Aiw/H-2)

BERITA TERKAIT