27 October 2020, 23:15 WIB

Pemanfaatan Nuklir,172 Instansi dan Individu Raih Anugerah Bapeten


Abdillah M Marzuqi | Humaniora

BADAN Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menganugerahi penghargaan terhadap instansi atau fasilitas dan kepala daerah dalam melaksanakan pemanfaatan tenaga nuklir secara selamat, aman dan tenteram. Sebanyak 169 penghargaan dibagikan ke instansi, individu, maupun pemerintah daerah.

Plt. Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten, Sumedi mengatakan, pihaknya membuat suatu penilaian berbasis risiko yang menghasilkan tingkat penilaian kuantitatif berupa indeks pengawasan. Penilaian ini disebut Indeks Keselamatan dan Keamanan Nuklir (IKKN).

Indeks ini merupakan indikator yang terukur sebagai gambaran mengenai status keselamatan dan keamanan fasilitas yang diperoleh melalui Laporan Hasil Inspeksi (LHI) dan Laporan Keselamatan Fasilitas (LKF)

"Kita menganugerahkan penghargaan kepada instansi atau fasilitas dan pimpinan kepala daerah dalam bentuk anugerah Bapetenyang direncanakan diserahkan langsung oleh Bapak Menteri Riset Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional," kata Sumedi melalui konfrensi daring, Selasa (27/10).

Sumedi menambahkan, anugerah Bapeten yang diberikan kepada instansi, berdasarkan pada pertimbangan hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan, dan status kejadian kedaruratan nuklir di instansi tersebut. Seluruhnya harus menunjukkan kinerja keselamatan radiasi atau keamanan sumber radioaktif yang sangat baik.

Sedangkan anugerah kepada kepala daerah didasarkan pada pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki populasi instansi penerima anugrah Bapeten dalam jumlah yang signifikan. Sehingga, Sumedi menjelaskan, dapat diasumsikan bahwa pemerintah daerah tersebut telah mendukung sepenuhnya terhadap pencapaian anugerah Bapeten yang diterima oleh instansi di daerahnya.

"Bapeten memberikan anugerah ini kepada 64 instansi medik, 79 instansi penelitian dan industri, delapan Lembaga Uji Kesesuaian, empat Lembaga Pelatihan, lima Instalasi dan Bahan Nuklir dan enam orang Petugas Proteksi Radiasi (PPR)," imbuh Sumedi.

Selain itu, ada pula tiga pemerintah daerah tingkat kabupaten kota yang menerima Anugerah Bapeten. Ketiganya yakni Kota Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi dan Kota Cilegon. 

Namun, jumlah penerima anugerah ini menurun dari 2019, yang saat itu ada total 304 instansi dan atau perorangan penerima Anugerah Bapeten yang terdiri atas 18 pemerintah daerah, 89 fasilitas kesehatan, 171 fasilitas penelitian dan industri 12 rumah sakit teraktif dalam perekaman dan pelaporan data dosis pasien. 

Penurunan ini disebabkan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT