28 October 2020, 00:00 WIB

Kreativitas Dorong Kemandirian Bangsa


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

SETELAH lulus sekolah atau kuliah nanti mau bekerja di mana? Pertanyaan lumrah tersebut mulai saat ini rasanya tidak pas untuk ditanyakan ke anak muda milenial. Mungkin, pertanyaan yang tepat yakni "Setelah lulus sekolah atau kuliah nanti Anda mau membuat apa atau ingin berbisnis apa?

Pertanyaan-pertnyaan seperti itu rupanya juga perlu digaungkan terus-menerus ke para pemuda. Itu karena dunia mereka jauh sudah berubah jika dibandingkan pada era sepuluh tahun ke belakang.

Perkembangan teknologi dan lingkungan geostrategis dunia secara global telah berubah drastis. Hanya negara atau bangsa yang mandirilah yang akan eksis untuk bisa tampil di kancah internasional. Termasuk kemandirian sikap yang dimiliki anak mudanya di berbagai bidang kehidupan.

Peran strategis anak muda Indonesia seperti itu mendapat pembenaran dari Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto yang menyebut mereka sebagai generasi yang hendak mewujudkan Indonesia emas ke depan.

Generasi muda merupakan calon pemimpin yang harus bangkit, bersatu, penuh karya dan inovasi, serta mampu menghasilkan produk-produk andalan Indonesia yang bisa bersaing di kancah global.

"Kita masih memiliki PR besar dengan bonus demografi yang harus diisi angkatan muda, angkatan kerja yang kompeten dan kreatif. Berjanjilah untuk menjadi entrepreneur hebat di masa depan, tidak hanya mencari pekerjaan," kata Wikan dalam Peringatan Sumpah Pemuda ke-92 Bersatu dan Bangkit SMK Berkarya untuk Negeri, kemarin.

Menurut Wikan, untuk menjadi pemimpin hebat di masa depan, generasi muda tidak cukup hanya memperkuat hardskill, tetapi juga memperkuat softskill seperti kemampuan memimpin, berkomunikasi, berbahasa asing, critical thinking, dan kreatif.

Pemuda yang kompeten ialah pemuda yang memiliki hardskill dan softskill yang sama-sama kuat, tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga kompetensi. Selain itu, generasi muda juga perlu memiliki visi yang sama yaitu mencintai bangsanya dan bertekad kuat memajukan Indonesia agar menjadi bangsa yang disegani dunia.

"Semua generasi muda perlu merasa satu bangsa satu Tanah Air, memilliki visi besar untuk menjadikan Indonesia keluar dari middle trap income naik ke level negara maju yang dipilari generasi muda," tandasnya.

 

Inkubator dan praktis

Untuk menumbuhkan jiwa kemandirian anak muda tersebut tentu bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satunya seperti yang tengah dikembangkan Uniersitas Budi Luhur dengan program kewirausahaannya kepada mahasiswa maupun masyarakat.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan, Karier dan Alumni Uniersitas Budi Luhur, Arief Wibowo menjelaskan pihaknya selalu memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan usahanya. Bazar pun rutin dihadirkan di kampus.

"Artinya mahasiswa yang memiliki minat dan bakat kami dukung dahulu. Kami melihat ada potensi sehingga kami buatkan bazar agar mereka bisa berbisnis. Ini salah satu inkubator yang kami ciptakan," kata Arief.

Latar belakang pengajaran wirausaha secara praktik ini sengaja dikembangkan agar mahasiswa setelah lulus nanti berdaya untuk bisa kreatif dan inovatif sehingga menjadi salah satu roda penggerak perekonomian bangsa.

CEO Agradaya, Andhika Mahardika menambahkan, anak muda bisa membangkitkan ekonomi negara ketika memiliki sensitivitas dan kreativitas dalam memecahkan setiap masalah di sekitarnya.

"Anak muda itu akrab dengan teknologi seperti sosial media. Saya amati ada beberapa pekerjaan terhenti lalu ada anak muda berkreasi sehingga produk baru tercipta dan diterima pasar," ujarnya.

Salah satu yang harus dikerjakan sekarang, menurut Andhika, yakni masih minimnya anak muda melibatkan diri di sektor pertanian. Fakta di lapangan, kelompok tani di perdesaan diisi generasi tua yang fokusnya lebih ke lahan.

Berbeda dengan di luar negeri yang sektor pertaniannya dikenal sudah maju. Peran anak muda sangat dominan di situ mulai dari praprodukksi hingga pascaproduksi.

Yang tak kalah pentingnya, menurut Andhika, pemerintah wajib menciptakan ekosistem bisnis untuk upgrade skill manajemen, serta kemudahan finansial bagi anak muda yang ingin mengembangkan jiwa kemandiriannya.(Wan/Iam/H-1)

BERITA TERKAIT