27 October 2020, 20:20 WIB

Kredit Macet dan Pembiayaan Bermasalah Alami Peningkatan


Despian Nurhidayat | Ekonomi

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kredit macet (non performing loan/NPL) perbankan dan pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) lembaga pembiayaan (multifinance) mengalami peningkatan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan NPL gross perbankan per Agustus 2020 berada pada angka 3,22%. Angka tersebut diketahui mengalami peningkatan 0,11% dibandingkan NPL perbankan per akhir kuartal II-2020 yang masih berada pada level 3,11%.

Sementara itu, NPF juga mengalami hal serupa. Diketahui NPF per Agustus 2020 menjadi 5,23% atau naik 0,06% dari posisi akhir kuartal II-2020 sebesar 5,17%.

"OJK tetap fokus melakukan pengawasan yang terintegrasi untuk mendeteksi risiko stabilitas sistem keuangan dan terus memitigasi dengan kebijakan countercyclical untuk bantu percepatan pemulihan sektor riil dan perekonomian secara keseluruhan," ungkap Wimboh dalam konferensi pers KSSK secara virtual, Selasa (27/10).

Lebih lanjut, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan dinilai cukup terjaga. Hal ini terlihat dari kenaikan yang terjadi, di mana awalnya 22,5% pada kuartal II-2020 menjadi 23,3% pada Agustus 2020.

Baca juga : LPS Tangani Tujuh Bank Bermasalah selama Pandemi

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat menjadi 11,6% per Agustus 2020 dsri sebelumnya 7,95% pada kuartal II-2020. Pertumbuhan didominasi oleh bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV.

"Ini kita tahu banyak dana-dana yang disimpan lembaga pemerintah di Bank BUKU IV tersebut," ujarnya.

Dari sisi pasar modal, Wimboh menyatakan total penghimpunan dana per Oktober 2020 sebesar Rp92,2 triliun. Penghimpunan dana ini salah satunya berasal dari penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

"Di pasar modal penghimpunan dana Rp92,2 triliun dengan 45 emiten baru dan terdapat 50 emiten yang akan IPO mencapai Rp21,5 triliun," tutur Wimboh.

Dari sisi asuransi,  Wimboh menambahkan pendapatan premi naik menjadi Rp326,7 triliun per Agustus 2020. Pada kuartal II-2020, pendapatan premi asuransi tercatat sebesar Rp243,2 triliun. (OL-7)

BERITA TERKAIT