27 October 2020, 20:08 WIB

Dorong Mitra Binaan tetap Mandiri


Gana Buana | Megapolitan

SEBANYAK sepuluh orang anggota kelompok Rumah Toga Villa Samudra Jaya (VSJ) dan Saung Hiajau Srikandi (SHS) dinyatakan lulus sertifikasi ahli penyehat herbal oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sebelum dinyatakan lulus, mereka mengikuti rangkaian Training of Trainer (ToT) Herbal melalui Pengelolaan Ekosistem Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan setiap akhir pekan selama hampir dua bulan.

Dengan mengantongi sertifikasi itu, Pertamina EP Asset 3 Tambun Field (PEP Tambun) mendorong mitra binaan menuju kemandirian. Sebab, anggota kelompok tersebut dianggap sudah memiliki kompetensi menjadi penyehat tradisional.

"Dengan sertifikasi ini semoga ke depan para penyehat tradisional bisa memberikan manfaat yang lebih banyak lagi bagi masyarakat sekitarnya,” kata Field Manager PEP Tambun, Krisna dalam keterangannya, Selasa (27/10).

Hal ini menyusul fasilitas kesehatan terdekat di wilayah mereka berjarak 14 kilometer. Aksi dari Desa Hurip Jaya pun tidak mudah. Karena itu, sebagai penyehat tradisional kategori pratama, para anggota kelompok mampu menyiapkan resep simplisia dan meracik jamu dengan teknik dan peralatan yang sesuai standar.

Ketua Kelompok Toga SHS, Rosidah berharap kelompoknya semakin dipercaya masyarakat sebagai pegiat herbal. Adapun, Kusdiyanto dari kelompok Rumah Toga VSJ menyatakan, sertifikasi memberi kepercayaan diri lebih untuk membantu masyarakat di sekitar.

Sejak mempraktikan kemahirannya meracik simplisia dan jamu lainnya hingga saat ini, kelompok Rumah Toga VSJ dan SHS telah membantu menyembuhkan 407 pasien. Beberapa penyakit yang ditangani diantaranya diabetes, rematik, maag, pegal-pegal dan rasa tidak enak badan.

Seorang pasien, Nacih (40) yang menderita diabetes sering mengeluh lemas dan mengantuk serta gula darah tinggi. Namun, setelah rutin melakukan konsultasi dan pengobatan herbal menggunakan racikan dari Daun Dewa, Bawang Dayak, Daun Afrika dan Sambiloto dari kelompok Saung Hijau Srikandi rutin dua kali dalam seminggu, kini kondisinya membaik.

"Alhamdulillah mengonsumsi herbal, sekarang kondisi saya semakin membaik”, ujarnya.

Baca juga: Realisasi Bansos Tunai Covid-19 Kemensos Capai 82%

Guna mendorong kemandirian kelompok, PEP Tambun juga memberikan bantuan berupa pendampingan sejak tahun 2016, peralatan dan perlengkapan penunjang produksi olahan toga dan kegiatan kelompok lainnya. Tujuannya agar kelompok memiliki fasilitas yang memadai dan mampu berkarya lebih baik lagi.

Tidak hanya membuat jamu, di masa pandemi ini kedua kelompok juga berkontribusi dengan membuat hand sanitizer dengan bahan-bahan alami yang sangat membantu masyarakat sekitar khususnya di kala harga hand sanitizer melambung tinggi di beberapa bulan pertama pandemi.

Selain itu baik Kelompok Rumah Toga VSJ dan SHS juga aktif membuat jamu instan dan ju segar siap minum yang didistribusikan ke berbagai fasilitas kesehatan bagi para tenaga kesehatan untuk membantu meningkatkan imunitas. Sebanyak 750 botol jamu instan dan jamu segar siap minum telah didistribusikan bersama dengan bantuan penanggulangan covid-19 Tambun Field. (R-3)

BERITA TERKAIT