27 October 2020, 18:42 WIB

Tanah Longsor Rusak Rumah dan Musala di Sukabumi


Benny Bastiandy | Nusantara

SEBANYAK 9 unit bangunan rumah warga di Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak setelah diterjang tanah longsor yanga terjadi saat bersamaan hujan deras, Senin (26/10) petang. Tidak ada korban jiwa ataupun luka pada peristiwa tersebut. Namun warga yang rumahnya terdampak diungsikan sementara ke tempat lebih aman di rumah tetangga dan kerabat.

"Kejadiannya kemarin (Senin) sore saat hujan deras," kata Nanang Nuryana, ketua RW setempat, Selasa (27/10).

Selain berdampak terhadap 9 unit bangunan rumah, kata Nanang, material tanah longsor dari tebing setinggi lebih kurang 20 meter itu, menimbun 1 unit sepeda motor dan 1 bangunan musala. "Kondisi 9 rumah warga rusak berat, berikut sepeda motor dan musala," jelas Nanang.

Di Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 terdapat 12 unit bangunan rumah atau sebanyak 36 jiwa. Di atas permukiman warga terdapat tebing yang di atasnya dijadikan lahan sawah yang digarap masyarakat setempat.

Saat intensitas curah hujan tinggi, kemungkinan kontur tanah pada tebing tidak kuat menahan beban volume air. Akibatnya tebing ambrol hingga materialnya menimbun sejumlah rumah warga. "Kalau yang musala mah terseret dengan rumah milik pak Odin dan pak Usup," tutur Kepala Dusun Ciseupan Hilir, Dadang, Selasa (27/10).

Beberapa waktu sebelum tanah pada tebing ambrol, Dadang sempat mendengar suara ranting pepohonan yang patah. Tak lama terdengar suara bergemuruh dari belakang rumahnya yang ternyata material tanah longsor.

"Kaget karena ada suara bergemuruh. Setelah reda, saya cek ternyata di bagian belakang rumah ada tumpukan tanah dari tebing. Waktu itu saya lihat ada dua rumah dan 1 musala yang tertutup tanah," ungkapnya.

Saat ini BPBD Kabupaten Sukabumi sedang melakukan asesmen di lapangan sekaligus membantu proses evaluasi barang-barang milik warga. (R-1)

BERITA TERKAIT