27 October 2020, 18:41 WIB

Berusaha Lawan Petugas, Bandar Sabu Tewas Didor Polisi


M Taufan SP Bustan | Nusantara

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah membongkar jaringan narkoba jenis sabu antarprovinsi di Palu. Satu orang tersangka ditangkap dan satu lainnya tewas ditembak karena melawan petugas. Dari tersangka, polisi menyita sabu seberat 7,3 kilo gram.

Kapolda Sulteng, Irjen Abdul Rakhman Baso mengatakan, dua tersangka itu berinisial S dan U. Keduanya merupakan warga Binjai, Sumatra Utara.

"Mereka ditangkap saat melintas menggunakan mobil di posko pengawasan Covid-19 Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Palu, Sabtu (24/10)," ungkap Kapolda, Selasa (27/10).

Menurut Rakhman, dari mobil yang dikendarai S dan U ditemukan barang bukti sabu-sabu enam paket besar dan 13 paket kecil dengan berat total 7,3 kilo gram. "Sabu-sabu ini dibawa jalan darat dari Sulawesi Selatan dengan tujuan Palu," ungkapnya.

Saat dilakukan pengembangan, lanjut Rakhman, tersangka S berbelit-belit dan tidak mengakui barangnya. Bahkan, S berusaha melarikan diri dan melawan petugas, sehingga harus dilumpuhkan dengan timah panas. "S ditembak mati karena melakukan perlawanan dan membahayakan petugas," tegasnya.

Saat ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng, terus melalukan pengembangan kasus ini. "Pengembangan masih dilakukan untuk mengungkap siapa pemesan barang haram tersebut," imbuh Rakhman.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto menambahkan, bahwa dalam kurun September-Oktober 2020, Polda Sulteng beserta jajaran melakukan penindakan sabu seberat 8,492 kilogram. Selain sabu, polisi juga menyita 107 butir ekstasi dan 641 butir tramadol.

"Ada 84 laporan dengan 115 orang tersangka. Dan semua masih dalam proses hukum," tandas Didik. (R-1)

BERITA TERKAIT