27 October 2020, 18:40 WIB

Pemberian Vaksin Covid-19 Tunggu Izin EUA BPOM


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KETUA Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto memastikan bahwa pemerintah akan menegakkan prinsip keamanan vaksin sebelum melakukan vaksinasi massal menggunakan vaksin covid-19 hasil kerjasama dengan luar negeri, dengan berpedoman pada keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

“Kuncinya (izin) tetap dari Badan POM. Dari Sinovac ada (vaksin) dalam bentuk jadi jumlahnya sekitar 3 juta dan itu akan masuk bertahap. Kemudian ada juga dalam bentuk bahan baku yang akan dipoduksi di Bio Farma tahapannya adalah setara dengan 15 juta. Bapak Presiden mengarahkan bahwa ini akan bisa dimulai saat Badan POM sudah mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA),” tutur Airlangga, Selasa (27/10).

Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan bahwa hasil uji klinis vaksin yang dilakukan di Bandung akan dapat dievaluasi pada minggu pertama Desember mendatang. Sedangkan pengadaan vaksin yang sudah melalui uji klinis di negara lain juga diperkirakan akan masuk pada Desember dengan mematuhi prosedur EUA.

Baca juga : Satgas: Pernyataan Aliansi Dokter Dunia Soal Covid-19 Misinformasi

“Tentu diharapkan Badan POM bisa melakukan evaluasi karena Badan POM akan mendapatkan laporan dari uji klinis yang dllakukan di negara lain, termasuk Brazil,” imbuhnya.

Sebagai upaya pengawasan terhadap vaksin covid-19 yang akan diimpor ke Indonesia, Badan POM melakukan kunjungan ke beberapa lokasi produksi di luar negeri.

“Dilihat cara pembuatan yang baik, kemudian protokol dari uji klinis, sehingga tentu utamanya adalah untuk keselamatan, aman, dan efektif. Jadi kalau seluruh persyaratan itu terpenuhi seperti yang disampaikan Bapak Presiden, baru kita bisa melakukan imunisasi dengan perencanaan yang matang,” tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT