27 October 2020, 18:40 WIB

Taifun Molave Bergerak Jauhi Indonesia


Zubaedah Hanum | Humaniora

TROPICAL Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta melaporkan pergerakan siklon Molave yang semakin menjauhi kawasan Indonesia pada Selasa (27/10).

Pada pukul 07:00 WIB badai dengan kekuatan besar itu terpantau berada di 13.3LU, 114.8BT atau sekitar 1.150 km sebelah utara barat laut Tarakan, Kalimantan Utara. Ia bergerak dengan kecepatan 13 knots (24 km/jam) dan kecepatan angin 80 knots (150 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

TCWC Jakarta memprediksi pergerakan taifun Molave pada Kamis, 29 Oktober 2020 berada di 15.7LU, 104.6BT, menjauhi wilayah Indonesia.

Meski tidak melintasi Indonesia, taifun Molave memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca berupa hujan dengan intensitas sedang hinggal lebat di wilayah  Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan  Sulawesi Selatan. Lalu, gelombang laut dengan ketinggian 1.25 - 2.50 m di wilayah Laut Natuna Utara dan Perairan Utara Halmahera.

Pada Senin (26/10), taifun Molave menghantam bagian selatan pulau utama Luzon, Filipina pada malam hari hingga menyebabkan hujan lebat, memutus saluran listrik dan menyebabkan sedikitnya 12 nelayan hilang.

Taifun Molave dengan kecepatan angin 125 kilometer per jam dan hembusan hingga 150 kilometer per jam ini menyebabkan banjir dan memicu perintah evakuasi paksa untuk puluhan ribu orang. Tidak hanya di Filipina, namun juga Vietnam yang bakal dilintasi topan Molave pada Rabu (28/10).

Molave adalah taifun ke-17 yang melanda Filipina tahun ini, menyusul Badai Tropis Saudel, yang pekan lalu menyebabkan banjir yang meluas di provinsi Quezon di wilayah Calabarzon, tenggara ibu kota Manila.

Apa itu siklon?
Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ukurannya yang sangat besar serta angin kencang dan gumpalan awan yang dimilikinya membuat siklon tropis menimbulkan dampak yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya.

Dampak ini bisa berupa angin kencang, hujan deras berjam-jam, bahkan berhari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai (storm surge).

Di laut, siklon tropis dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang, mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi untuk menenggalamkan kapal.

Siklon tropis juga dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. Di daratan, angin kencang dapat merusak atau menghancurkan kendaraan, bangunan, jembatan dan benda-benda lain, mengubahnya menjadi puing-puing beterbangan yang mematikan.

Gelombang badai atau peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis merupakan dampak yang paling buruk yang mencapai daratan.

BMKG menyatakan, Indonesia bukan merupakan daerah lintasan siklon tropis, namun demikia keberadaan siklon tropis di sekitar Indonesia, terutama yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat Laut, Samudra Hindia Tenggara dan sekitar Australia akan mempengaruhi pembentukan pola cuaca di Indonesia. (H-2)

BERITA TERKAIT