27 October 2020, 18:04 WIB

Menkeu: Belanja Pemerintah akan Membaik di Triwulan IV 2020


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga pada triwulan IV 2020 akan membaik seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi. Belanja pemerintah diprediksi bakal tumbuh 5% karena adanya akselerasi realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di triwulan III.

“Seperti saya sampaikan, di triwulan III kita mengontribusi total belanja pemerintah 15,5% bahkan bisa sampai 18%. Nanti kita lihat angkanya yang tercatat di BPS untuk kontribusi konsumsi pemerintah,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (27/10).

“Sehingga itu meningkat tajam dari triwulan II yang waktu itu pemerintah masih dalam kontraksi karena ada perubahan-perubahan dan akselerasi belanja belum terjadi karena tiba-tiba mengalami WFH. Kita akan lihat sampai triwulan IV nanti tetap terjaga di sekitar 5% growth-nya tentu dengan asumsi bahwa seluruh momentum belanja dan eksekusi belanja PEN dan K/L tetap terjaga,” sambung dia.

Sedangkan pada konsumsi rumah tangga, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhannya akan merangkak naik mendekati angka 0%. Pertumbuhan itu terjadi karena adanya perbaikan sisi konsumsi masyarakat di sektor otomotif, makanan dan minuman serta didukung berbagai relaksasi dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di triwulan III.

Baca juga : Menkeu : Stabilitas Sistem Keuangan dalam Kondisi Normal

“Kita melihat untuk konsumsi diharapkan akan bisa meningkat sehingga bisa dekati 0% pada triwulan IV. Di triwulan III mungkin masih negatif, tapi lebih rendah dibandingkan triwulan II yang mencapai minus 5,5%,” jelas Sri Mulyani.

Dia melanjutkan, pada triwulan III 2020 pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada dalam rentang minus 1% hingga minus 2,9%. Sedangkan secara menyeluruh di 2020, ekonomi Indonesia diprediksi akan di kisaran minus 0,6% hingga minus 1,72%.

“Kami terus menjaga dan melihat semua indikator baik dari konsumsi, investasi, ekspor dan terutama kalau yang bisa dalam kontrol pemerintah adalah belanja pemerintah,” ujar Sri Mulyani.

Diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 tumbuh di ankga 2,97% dan anjlok di triwulan II 2020 yakni minus 5,32%. (OL-7)

BERITA TERKAIT