27 October 2020, 17:21 WIB

Turki Desak Minsk Group Segera Bahas Konflik Nagorno-Karabakh


Nur Aivanni | Internasional

TURKI meminta OSCE Minsk Group untuk memulai negosiasi yang berorientasi pada hasil. Sehingga, ada solusi permanen untuk konflik Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh.

Melalui pernyataan resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy menilai upaya Minsk Group belum membuahkan hasil konkret. Selain itu, Minsk Group perlu mempertimbangkan pelanggaran gencatan senjata oleh Armenia belum lama ini.

Berikut, mengadakan pembicaraan sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait hukum internasional.

Baca juga: Armenia dan Azerbaijan Berunding, Rusia Jadi Penengah

OSCE Minsk Group, yang diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat (AS), dibentuk pada 1992. Organisasi itu dibentuk untuk menemukan solusi damai atas konflik Armenia-Azerbaijan.

Aksoy mencatat pihak Yerevan telah melanggar tiga gencatan senjata. Rinciannya, 10 Oktober, 18 Oktober dan yang terakhir pada Senin (26/10) waktu setempat. Gencatan senjata terbaru telah diumumkan untuk membuka pertukaran tawanan perang dan jenazah sebagai hasil dari inisiatif AS.

Baca juga: Pekan ini, Armenia-Azerbaijan Bertemu dengan Menlu AS

Namun, kesepakatan itu dilanggar Armenia dalam waktu dekat. Negara itu melanjutkan serangannya terhadap Azerbaijan di garis perbatasan. Serta, menargetkan warga sipil Azerbaijan, yang jauh dari zona konflik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun bertemu dengan Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan dan Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov.

Gencatan senjata pun disepakati dalam pertemuan. Namun, Armenia mematahkan kesepakatan itu hanya beberapa menit setelah berlaku.(DailySabah/OL-11)

BERITA TERKAIT