27 October 2020, 17:12 WIB

Serie A Italia di Ambang Kebangkrutan


Widhoroso | Sepak Bola

PRESIDEN Serie A Liga Italia Paolo Dal Pino telah memperingatkan pemerintah setempat bahwa sepakbola Italia hampir kolaps menyusul  protokol kesehatan terbaru berkaitan dengan Covid-19 yang kembali melarang suporter untuk datang ke stadion. Setidaknya 1.000 suporter sempat diizinkan masuk ke stadion di pertandingan Serie A dalam beberapa pekan terakhir sejak pembatasan sosial dilonggarkan pada September lalu.

Namun, menyusul peningkatan kasus, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat guna mencegah virus terus meluas. Bar dan restoran sekarang harus tutup pukul 6 sore, sementara pusat olahraga dan gym akan ditutup hingga 24 November mendatang. Olahraga profesional tetap diizinkan untuk dilanjutkan tetapi sekarang harus berlangsung secara tertutup alias tanpa penonton.

Dal Pino memahami perlunya menjaga kesehatan masyarakat tetapi mempertanyakan pembatasan terbaru tersebut dan bertanya-tanya apakah pemerintah telah mempertimbangkan kerusakan yang ditimbulkan terhadap industri sepakbola. Dia juga meminta pemerintah untuk memberikan dukungan ekonomi demi mengurangi kerugian yang disebabkan akibat suporter yang tidak bisa datang ke stadion.

"Saya berharap pemerintah memahami nilai sepakbola sebagai sebuah industri, melampaui demagogi yang dangkal. Kami sangat prihatin, kami hampir kolaps dan saya khawatir ekonomi negara akan membayar mahal untuk langkah-langkah pembatasan yang telah diberlakukan," kata Dal Pino kepada wartawan.

"Kesehatan adalah yang utama, tetapi penting untuk melakukan hal yang benar, merencanakan dalam jangka menengah dan panjang, dan memikirkan tentang konsekuensi terhadap para pekerja. Efek samping dari tindakan terbaru ini telah memengaruhi banyak sektor, termasuk sektor kami, yang kehilangan 600 juta euro pada 2020 karena penutupan stadion," imbuhnya.

Dal Pino meminta perhatian dan kepekaan dari pemerintah menghadapi situasi yang dialami sepak bola Italia. "Perdana menteri dengan jelas mengatakan bahwa sektor-sektor yang terkena dampak penutupan paksa akan mendapat bantuan ekonomi dan kami berharap industri seperti kami, yang membayar pajak lebih dari 1 miliar euro setiap tahun, akan menerima apa yang sebelumnya diumumkan," jelasnya. (Goal/R-1)

BERITA TERKAIT