26 October 2020, 18:35 WIB

KPU Kota Makassar Tinjau Kesiapan Metro TV Siarkan Debat Publik


Micom | Nusantara

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengunjungi kantor Metro TV untuk melihat langsung sarana dan fasilitas stasiun televisi nasional itu untuk menyiarkan debat publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
 
"Kami survei ke Jakarta untuk melihat studio yang bisa mendukung kami melakukan debat publik," kata Komisioner KPU Kota Makassar Bidang Program dan Data, Romy Harminto, di Kompleks Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Senin (26/10).

Debat tersebut rencananya digelar tiga kali dengan rincian dua kali di Jakarta dan satu kali di Makassar. Waktu pelaksanaannya, yakni awal November, medio November, dan awal Desember 2020.

Romy menyebut saat ini KPU Kota Makassar masih membahas topik debat. Namun, salah satu topik yang pasti dibahas, yakni covid-19.
 
"Topik ini sangat krusial sehingga publik mengetahui persepsi dan paradigma pasangan calon (paslon) tentang covid-19," ujar dia.
 
Setelah topik debat rampung dibahas, KPUD Kota Makassar akan menentukan lima panelis. Para panelis akan dipilih sesuai topik debat dan ahli pada bidangnya.
 
Pelaksanaan debat publik KPU Kota Makassar, kata Romy, bakal menerapkan protokol kesehatan. Jumlah peserta fisik dibatasi maksimal 36 orang. Terdiri dari empat pasangan calon dan masing-masing membawa empat tim sukses dengan total 24 orang. Kemudian, lima orang komisioner KPU Kota Makassar, dua orang dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, dan lima orang panelis.
 
Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV, Nunung Setyani, mengatakan Metro TV siap memfasilitasi debat publik KPU Kota Makassar. Peliputan debat publik nantinya juga disebarluaskan melalui kanal Media Group News lain seperti Medcom.id dan Media Indonesia.
 
Selain KPU Makassar, sejumlah KPU telah mengunjungi Metro TV untuk kerja sama penyiaran debat publik. Mulai dari KPU Kabupaten Tana Tidung, KPU Kota Balikpapan, KPU Bulungan, KPU Kabupaten Halmahera Selatan, hingga KPU Kota Semarang.(Medcom/X-10)

BERITA TERKAIT