27 October 2020, 16:50 WIB

Warga Agam Temukan Bunga Langka di Kebun


Yose Hendra | Nusantara

WARGA Agam, Sumatra Barat, menemukan bunga bangkai yang hidup dalam perkebunan miliknya di Sungai Landai, Dusun Simaruok, Minggu (25/10). Ialah Yossy Ferawati, warga Jorong II, Nagari (desa) Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung.

Ia bersama suaminya sedang membersihkan kebun miliknya dan mencium bau yang sangat menyengat seperti bau bangkai. "Awalnya kami mengira bau ini merupakan bangkai babi, karena beberapa hari sebelumnya, di lokasi ini menjadi tempat perburuan babi oleh masyarakat," ujarnya, Selasa (27/10).

Setelah mencari ke sumber baunya, ternyata ia menemukan bunga langka yang tumbuh di sisi tebing di bawah pohon kayu, tempatnya tidak jauh dari pondok peristirahatannya.

"Diperkirakan tinggi bunga bangkai ini hampir mencapai 2 meter dengan lebar lebih kurang 1 meter," jelasnya.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra, menanggapi hal itu. Menurutnya, tanaman dengan nama latin Amorphophallus titanum tersebut diperkirakan berumur 2 tahun.

Tanaman itu memiliki dua fase. Pertama fase vegetatif, yakni tanaman hanya berupa tangkai, daun, dan batang. Kemudian tanaman menunjukkan bunganya atau disebut dengan fase generatif.

Menurutnya, jika dilihat dari bentuknya sekarang, tanaman ini berada di fase generatif, karena bunganya sudah mekar sempurna. "Masa mekar bunga ini hanya selama 7-10 hari. Setelah itu bunga ini akan menjadi layu," ujarnya.

Amorphophallus titanum (bunga bangkai) tergolong jenis tumbuhan yang dilindungi oleh UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"UU Nomor 5 Tahun 1990 mengatur tentang setiap orang dilarang mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati," tutupnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT