27 October 2020, 16:27 WIB

Budiman: Gerakan Mahasiswa Perlu Diperkaya Lewat Forum Debat


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MANTAN aktivis era orde baru Budiman Sudjatmiko memberi apresiasi dengan adanya gerakan mahasiswa yang muncul saat ini, termasuk yang terakhir melalui gelombang aksi demonstrasi menolak Pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. 

Budiman berharap, agar selain melakukan aksi demonstrasi di jalanan, mahasiswa juga perlu memperkaya gerakannya dalam forum-forum debat sehingga memperkuat argumentasi terhadap substansi gerakan.

Baca juga: Presiden Serahkan 22.007 Sertifikat Tanah di Humbang Hasundutan

“Kita tentu memberi apresiasi bahwa mahasiswa era sekarang ini juga memiliki gerakan yang hidup, dan itu artinya mereka memiliki kekritisan terhadap suatu kebijakan pemerintah atau Negara. Menurut saya, tinggal bagaimana mahasiswa kita perlu memperkaya gerakannya bukan hanya melalui gerakan di jalan tetapi melalui forum-forum debat yang membahas secara dalam dan detail suatu kebijakan,” ungkap Budiman saat berbincang bersama Jurnalis Media Indonesia Putra Ananda dalam program Journalist on Duty yang disiarkan melalui IG Live @mediaindonesia, Senin malam (26/10).

Pentingnya forum debat baik di dalam kampus maupun di luar kampus, kata Budiman, agar mahasiswa terutama pemimpin gerakannya paham betul susbtansi yang sedang dipersoalkan atau diperjuankan. 

“Artinya gerakan di jalan itu betul ditopang oleh suatu kajian yang dalam. Katakan soal UU Cipta Kerja. Itu minimal pemimpin gerakannya sudah menguliti betul soal UU tersebut, pasal demi pasal sampai punya keyakinan bahwa ada yang salah dengan UU tersebut,” lanjut Budiman.

Dia membagi pengalaman saat menjadi aktivis mahasiswa era orde baru, bahwa sebelum turun ke jalan mereka mengkaji betul suatu persoalan dalam forum-forum diskusi. 

“Kita baca buku sebanyak-banyaknya, melakukan riset baru kita merencanakan gerakan lapangan. Karena kalau substansi kita kuasai maka gerakan lapangan kita akan kuat,” katanya.

Ditambahkan politikus PDIP tersebut, forum debat di dalam gerakan mahasiswa menjadi sangat penting ketika berhadapan dengan menentang suatu produk terkait UU. 

“Dan mengkritisi sebuah UU itu atau demo menolak sebuah UU itu pasti beda ketika kita misalnya ketika demo soal kasus tertentu misalnya. Karena bisa jadi sebuah pasal UU yang kita tentang sudah ada jawabannya pada pasal yang lain dalam UU tersebut, sebab pasal dalam UU itu kan saling terkait sehingga dia harus diliaht betul secara utuh tidak parsial. Maka sya anggap penting sekali mahasiswa jika berhadapan dengan UU itu harus didebat terlebih dahulu dalam forum debat, didiskusikan, didalami sampai memang menemukan kekuatan argumentasi yang bagus,” ungkap Budiman.

Ia berharap sekaligus memberi suntikan energi bagi gerakan mahasiswa sekarang agar selain memperkaya dalam forum debat, juga aktif dalam gelombang gerakan melaljui media sosial. 

“Jadi kita tidak lagi hanya fokus di jalanan karena sekarang ini era sudah beda sekali, media sosial sudah bisa menjadi kekautan gerakan, ditopang teknologi, jejaring sosial dan kekuatan data maka gerakan mahasiswa akan menjadi kekuatan yang memang pantas kita perhitungkan,” pungkas Budiman. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT