27 October 2020, 14:23 WIB

Anies: Liburan Memang Menggoda, Tapi Covid Masih Ada


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan masyarakat akan kemungkinan kembali munculnya klaster keluarga pascalibur panjang. Pernyataan itu disampaikan Anies melalui akun Instagram pribadinya @Aniesbaswedan, Selasa (27/10).  

Sebelumnya, pemerintah menetapkan 28 Oktober dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.   

"Libur panjang memang menggoda, tapi Covid-19 masih ada di sekitar kita. Jangan sia-siakan upaya kita bersama selama ini," tutur Anies.

Anies memprediksi lonjakan kasus Covid-19 akan muncul pada hari ke-10 sampai 14 pascalibur panjang. Prediksi tersebut berdasarkan lonjakan kasus yang muncul pascalibur panjang pada Agustus 2020. Pada Agustus terdapat dua momen libur yakni 17 Agustus dan 20-23 Agustus.

Akibatnya, dari data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sesuai masa inkubasi virus, lonjakan kasus akibat libur panjang tersebut terjadi pada sepekan selanjutnya, yakni 3 September terdapat 1.959 kasus yang tercatat sebagai rekor kasus baru tertinggi di DKI sepanjang terjadinya wabah covid-19 dibandingkan periode sebelumnya.

"Bulan September kemarin kita mengalami lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta. Klaster keluarga menjadi penyebab yang terbesar akibat libur panjang pada bulan Agustus, kasusnya mulai naik 10 sampai 14 hari kemudian," jelas Anies.

Anies pun mengimbau agar masker tetap digunakan ketika kumpul keluarga di saat libur panjang. Meskipun berkumpul dengan keluarga, Anies mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan khususnya menggunakan masker. Hal ini guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di lingkungan keluarga.

"Saya anjurkan kepada seluruh masyarakat, jangan karena merasa keluarga, kemudian masker dicopot. Karena itu merasa keluarga, merasanya aman, lalu maskernya tidak dipakai," paparnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT