27 October 2020, 13:52 WIB

Di New Normal, SDM Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0


mediaindonesia.com | Ekonomi

EMPAT tantangan yang harus dipersiapkan untuk sumber daya manusia (SDM) Indonesia saat memasuki era new normal. Pertama SDM atau tenaga kerja harus siap dan mampu menghadapi tantangan perubahan revolusi industri 4.0.

“Kedua, dengan bonus demografi, maka angkatan kerja milenial harus mempersiapkan skill yang spesifik,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi,Ph.D.

Pernyataan Sekjen Kemenaker tersebut disampaikan pada Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Ketenagakerjaan 2020/2021 mengangkat tema ’Paradigma Baru Pembangunan SDM Vokasi di Era New Normal’ baru-baru ini.

Lebih lanjut Anwar mengatakan perguruan tinggi vokasi khususnya Politeknik Ketenagakerjaan harus mampu mensinergikan dengan kebutuhan pasar kerja. “Keempat, tantangan era new normal adalah metode pembelajaran,” ucapnya pada kegiatan yang bertepatan dengan Dies Natalis ke -3 Politeknik Ketenagakerjaan.

Untuk menjawab tantangan era new normal, Sekjen Kemenaker memaparkan bahwa ada bebrapa solusi atau cara yang dapat dilakukan yaitu pertama, review metode pembelajaran.

Kedua, harus ada konsep yang jelas dalam pemagangan, mahasiswa harus lebih dilibatkan dalam pemagangan. Ketiga, skenario upgrading untuk seluruh proses sistem pembelajaran.

“Keempat, lakukan langkah-langkah yang terukur dan cepat, bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,” jelas Anwar dalam pemaparan yang dilakukan secara virtual.

Sementara itu, dalam sambutannya, Plt. Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Elviandi R.S, SE, M. Hum, Ph.D, mengatakan bahwa saat ini  merupakan momentum perubahan Polteknaker dengan langkah-langkah yang mengacu dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

“Standar Pendidikan, telah dilakukan review kurikulum dengan berbagai stakeholder seperti akademisi, praktisi, dan dunia industri,” jelas Elviandi.

Ia juga mengatakan bahwa standar penelitian juga telah mendorong para dosen melakukan program capacity building berkaitan dengan pubilkasi dan penulisan karya ilmiah agar dosen lebih produktif dan kreatif.

“ Standar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), telah mendorong dosen dan mahasiswa unttuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kpd masyarakat,” ujarnya. (RO/OL-09)

 

 

 

BERITA TERKAIT