27 October 2020, 13:51 WIB

Sungai Cikaso dan Ciputrahaji Meluap dan Merendam Ratusan Rumah


Kristiadi | Nusantara

HUJAN deras yang terjadi sejak semalam menimbulkan aliran Sungai Cikaso dan Sungai Ciputrahaji meluap sehingga merendam ratusan rumah berada di tujuh Desa di Kecamatan Banjarsari dan Banjarayar, Selasa (27/10), sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam kejadian tersebut, 15 keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Ciamis, Ade Waluya, mengatakan, hujan deras semalaman menimbulkan aliran Sungai Ciputrahaji dan Sungai Cikaso meluap dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Banjir itu menggenangi 200 rumah berada di Desa Purwasari, Cipapar, Ciherang, Sukasari, Cibadak, Ratawangi, Kecamatan Banjarsari, Cikaso, dan Kecamatan Banjaranyar.

"Banjir luapan sungai Cikaso dan Ciputrahaji mengakibatkan 15 penghuni rumah terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Namun, jumlah rumah yang terendam sementara baru tercatat 200 unit dan paling parah di Dusun Panglanjan, DesaTanjungsari, karena ada 30 rumah terendam dan mereka memilih mengungsi ke rumah saudaranya dengan menggunakan perahu karet," katanya, Selasa (27/10).

Ade mengatakan, banjir luapan Sungai Cikaso dan Sungai Ciputrahaji yang terjadi semalam mengakibatkan ruas jalan Banjarsari menuju Kabupaten Pangandaran tidak bisa dilalui oleh semua kendaraan. Soalnya, Ketinggian air telah menghambat laju menuju lokasi tersebut. Sekarang air secara bertahap telah menyusut meskipun harus diwaspadai bersama.

"Kami bersama petugas BPBD, TNI, dan Polri dibantu petugas kecamatan masih melakukan pendataan rumah dan pertokoan yang banyak terendam banjir. Akan tetapi, sekarang paling penting evakuasi melakukan evakuasi warga untuk diungsikan ke lokasi yang lebih aman," ujarnya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengatakan banjir yang terjadi di Kabupaten Ciamis sudah ditanggulangi dan bencana yang terjadi tersebut merendam ratusan rumah di Kecamatan Banjaranyar adanya luapan sungai Cikaso dan Ciputrahaji. Namun, pemerintah telah memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak.

"Kabupaten Ciamis merupakan daerah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana, yaitu berada di urutan ke 16 dari 494 kabupaten di Indonesia. Sedangkan di tingkat provinsi kita berada di urutan ke 5 dari 26 se-Jabar," ujarnya. Efek dari potensi bencana tersebut menyebabkan tingginya potensi kerugian harta, termasuk korban jiwa. Beberapa hari ini cuaca cukup ekstrem dan menyebabkan bencana di beberapa daerah di Ciamis. (OL-14)

BERITA TERKAIT