27 October 2020, 04:55 WIB

Kinerja Kredit Bank Meningkat di Triwulan III


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PERBANKAN mencatat pertumbuhan kredit masih terjadi di triwulan III 2020. Hal itu membawa optimisme bahwa pemulihan ekonomi makin menguat ke depannya.

Bank Mandiri mencatatkan kinerja penyaluran kredit bank pada kuartal III 2020 tumbuh sebesar 3,88% yoy menjadi Rp616,37 triliun di September 2020, yang terdiri atas kredit modal kerja Rp314,82 triliun dan kredit investasi Rp301,55 triliun.

Adapun untuk perseroan secara konsolidasi, kredit tumbuh 3,79% secara year on year (yoy) menjadi Rp873,73 triliun pada akhir September 2020.

Bank BTPN Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 6% sehingga penyaluran kredit mencapai Rp148,8 triliun. Angka peningkatan kredit sebesar itu juga jauh di atas rata-rata industri yang dicatat oleh Bank Indonesia pada periode yang sama, yakni 0,12%.

Peningkatan kredit juga dicatatkan oleh BRI Syariah Tbk. Direktur Utama BRI Syariah Ngatari menyampaikan hingga triwulan III 2020 BRI Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp40 triliun, tumbuh mencapai 57,90% secara yoy.

Sebaliknya, Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan kredit minus 0,6%. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan permintaan kredit di sektor perbankan masih dalam proses pemulihan sejalan dengan berlanjutnya pandemi yang membatasi mobilitas dan memengaruhi iklim bisnis. Pada akhir September 2020 total kredit BCA tercatat sebesar Rp581,9 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan saat ini salah satu fokus penyaluran kredit perseroan ialah membantu para pelaku usaha yang terdampak covid-19, khususnya pelaku UMKM, untuk mengembalikan usaha yang sempat menurun akibat pandemi.

"Kami berharap inisiatif ini dapat ikut mengembalikan optimisme dan memulihkan denyut nadi perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi covid-19," kata Darmawan, saat paparan kinerja kuartal III 2020 secara virtual, kemarin.

Penyaluran kredit ke segmen wholesale masih menjadi motor pembiayaan perseroan dengan komposisi sebesar 65,3% atau Rp492,63 triliun. Nilai tersebut tumbuh 9,73% dari periode yang sama tahun lalu.

Lalu, pembiayaan ke sektor usaha mikro menjadi kontributor lainnya dengan mencatat pertumbuhan sebesar 13,03% secara tahunan menjadi Rp49,07 triliun.

 

Restrukturisasi kredit

Bank Mandiri juga telah merestrukturisasi kredit 406.434 debitur UMKM terdampak covid-19 dengan nilai outstanding Rp47,7 triliun. Untuk non-UMKM restrukturisasi diberikan kepada 119.231 debitur dengan nilai outstanding Rp68,6 triliun.

Sampai dengan pertengahan Oktober 2020, BCA memproses Rp107,9 triliun pengajuan restrukturisasi kredit atau sekitar 19% dari total kredit, yang berasal dari 90 ribu nasabah.

Total kredit yang direstrukturisasi pada akhir 30 September 2020 ialah sebesar Rp90,7 triliun, atau 16% dari total kredit pada semua segmen.

"Kami pikir tadinya restrukturisasi akan mencapai sekitar 20%. Namun, hasilnya lebih baik di 16%," tutur Jahja.

Berbagai pihak menilai bahwa restrukturisasi kredit yang dilakukan perbankan sudah akan melandai ke depan. Saat ini posisinya telah mencapai hampir 80% dari total nasabah yang diperkirakan butuh restrukturisasi kredit. (Ant/E-1)

BERITA TERKAIT