27 October 2020, 04:45 WIB

Tidak Perlu Membalas Kampanye Hitam


(LN/SL/DY/RF/N-2) | Nusantara

KAMPANYE hitam sudah mengarah ke M Ramdhan Danny Pomanto. Serangan berasal dari Erwin Aksa, pengusaha yang menjadi ketua tim pemenangan salah satu pasangan calon Wali Kota Makassar.

Namun, bukan balasan serupa yang diluncurkan kubu Danny yang berpasangan dengan Fatmawati Rusdy. Kemarin, Rachmat Gobel, pengusaha yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPR RI, justru meminta kubu Danny-Fatma tidak membalas kampanye hitam dengan aksi hitam balasan. "Kampanye hitam itu soal biasa, yang penting jangan tergoda. Jangan

memperkeruh dengan melakukan hal yang sama. Kalau ikut, sama-sama hitam, jadinya akan hitam pekat," ujar Rachmat, yang juga Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP NasDem wilayah Indonesia Timur itu.

Dia meminta Danny percaya diri. Wali Kota Makassar periode 2014-2019 itu punya jejak sukses membangun ibu kota Sulawesi Selatan dan menjadikannya sebagai pintu masuk utama ke kawasan timur Indonesia. "Kakak Danny punya visi dan pengalaman luar biasa, juga latar belakang pendidikan yang mumpuni. Kita sudah lihat apa yang sudah dibangun di

lorong-lorong. Visi ini sama dengan visi Pak Jokowi yang harus membangun dari desa-desa," lanjutnya.

Danny pun jadi bersemangat. "Ini adalah akselerasi gerak bersama, kita berjuang bersama. Kehadiran Pak Rachmat memberi motivasi, DPP NasDem sangat membantu daerah, karena Pilwalkot Makassar adalah harga diri partai dan wajah politik Indonesia timur," tandasnya.

Di Jambi, calon gubernur Al Haris tampil santun pada debat kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum. Pilihannya itu justru mendapat banyak pujian.

"Al Haris memberi warna lain. Biasanya debat kandidat saling serang dan saling menjatuhkan. Pak Haris memilih cara yang santun," kata Sidik Zainal, warga.

Sementara itu, pasangan muda Syafruddin-Alpiya yang berkontestansi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kemarin, mendapat dukungan dan doa sejumlah ulama. "Mereka orang baik. Kamin mendoakan mereka memenangi pilkada," kata Habib Abdurahman Baasyim. (LN/SL/DY/RF/N-2)

BERITA TERKAIT