27 October 2020, 04:15 WIB

Tiongkok Gencarkan Tes Massal di Xinjiang


(Van/CNA/X-3) | Internasional

SAAT belum sepenuhnya usai menangani pandemi covid-19, pemerintah Tiongkok kembali dihadapkan pada munculnya virus korona baru yang mewabah di barat laut negara itu setelah menginfeksi 137 warga.

Pemerintah Provinsi Xinjiang pun memulai uji massal sejak Sabtu (24/10) terhadap 4,75 juta penduduk di dan sekitar Kashgar, Provinsi Xinjiang, setelah seorang pekerja pabrik garmen berusia 17 tahun dinyatakan positif terpapar oleh virus.

"Banyak kasus baru tidak disertai gejala. Sebuah tim khusus dari Komisi Kesehatan Nasional Beijing dikirim untuk menyelidiki sumber wabah dan membantu langkah pencegahan. Hingga Minggu (25/10) sore lebih dari 2,8 juta sampel dikumpulkan di daerah itu dan sisanya selesai dalam dua hari ke depan," kata staf Komisi Kesehatan Nasional Pemerintah Xinjiang, kemarin.

Tiongkok, tempat awal mula virus korona muncul akhir tahun lalu, telah berupaya maksimal mengendalikan transmisi domestik melalui penguncian, pembatasan perjalanan, dan pengujian. Namun, wabah regional lebih sporadis kembali bermunculan.

Pada Minggu, Tiongkok melaporkan 20 kasus covid-19 baru dan 161 infeksi tanpa gejala. Komisi Kesehatan Nasional menyatakan semua kasus baru yang dikonfirmasikan merupakan infeksi impor dari luar negeri. Dari 161 infeksi tanpa gejala baru, yang tidak diklasifikasikan Tiongkok sebagai kasus yang dikonfirmasikan, 138 ditularkan secara lokal.

Kashgar berada dekat perbatasan dengan Pakistan, Afghanistan, Tajikistan, dan Kirgizstan. Semua sekolah di kota itu ditutup hingga 30 Oktober dan siapa pun yang meninggalkan kota harus menunjukkan tes asam nukleat negatif.

Sebelumnya, ibu kota Xinjiang, Urumqi, diisolasi ketat berminggu-minggu setelah lebih dari 900 kasus dilaporkan di pertengahan Juli. Setelah 13 kasus terdeteksi awal bulan ini, para tenaga kesehatan langsung menguji hampir 11 juta penduduk dalam waktu seminggu. (Van/CNA/X-3)

BERITA TERKAIT