27 October 2020, 05:04 WIB

Anies Imbau Warga DKI di Rumah Saja


Put/Hld/DD/X-3 | Megapolitan

DENGAN penuh harap, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga masyarakat Ibu Kota di masa libur akhir pekan ini tetap berada di rumah dan mengurungkan niat untuk berlibur.

“Bila berencana silaturahim dengan keluarga, harus dipastikan protokol kesehatan tetap dijaga. Dari pengalaman yang ada, klaster baru muncul akibat libur panjang dan menambah jumlah kasus covid-19. Sementara liburan itu berkumpul sama keluarga. Anjuran kami, laksanakan 3M secara disiplin selama libur besok,” kata Anies di Polda Metro Jaya, kemarin.

Imbauan Anies ini dilatari membaiknya angka positivity rate Jakarta yang kemarin berada di angka 9,6%. Angka itu dipandang baik karena sebulan sebelumnya positivity rate Jakarta selalu di atas 10%.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi merespons imbauan Anies dengan mengajak masyarakat tidak mengendurkan kedisiplinan dan tidak meningkatkan mobilitas di luar rumah.

“Alhamdulillah kasus aktif di Jakarta turun sejak dua pekan terakhir. Tercatat pada 12 Oktober naik 63 kasus, 16 Oktober naik 39, dan 20 Oktober naik 96 kasus,” ujar Prasetyo.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktavia, berdasarkan data terkini jumlah kasus aktif di Jakarta turun 277 sehingga jumlah kasus aktif sampai kemarin sebanyak 11.735 orang.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai imbauan Gubernur dan Ketua DPRD DKI Jakarta layak menjadi perhatian masyarakat.

“Iya, kuncinya tinggal kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Pemprov juga harus gencar melakukan edukasi sekaligus mengawasi dengan melibatkan ormas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mencegah terjadinya penularan covid-19 di tempat wisata, Pemkab Bogor mengeluarkan beberapa kebijakan. Selain melakukan razia penggunaan masker, Pemkab Bogor juga akan menyuruh pengunjung memutar balik.

“Kami umumkan akan terjadi pembatasan. Jadi, bila ada warga berencana naik ke Puncak, kalau sekadar nongkrong, lebih baik enggak usah. Tujuannya juga harus jelas. Kami minta mereka balik arah,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin.

Ade Yasin berharap semua pihak menahan diri dan menjaga protokol kesehatan secara ketat.

“Sejak PSBB pertama, vila-vila pribadi di Puncak hanya boleh dimanfaatkan pemilik dan dilarang disewakan. Ini kan mencari untung sendiri.
Tetapi kenyataannya banyak vila yang akhirnya di sewakan kepada tamu,” tandas Ade Yasin. (Put/Hld/DD/X-3)

BERITA TERKAIT