27 October 2020, 00:30 WIB

Impian Hart Terwujud di Negeri Pasta


MI | Olahraga

PEMBALAP sepeda tim Ineos Grenadiers, Tao Geoghegan Hart, sukses memenangi Giro d’Italia 2020. Dia kini menjadi pembalap kedua dari Inggris yang mampu menjuarai turnamen yang berakhir pada Minggu (25/10) itu. Sebelum Hart, pembalap Inggris yang juara di Giro d’Italia ialah Chris Froome pada 2018.

Namun, Hart lebih spektakuler karena mampu menyabet jersey pink dalam usia 25 tahun. Sementara itu, dua tahun lalu, Froome
memenangi klasifikasi umum di usia 33 tahun. “Luar biasa! Tidak terpikirkan oleh saya untuk memenangi Giro,” ucap Hart.

Kini, Hart juga menjadi pembalap Inggris kelima yang bisa menyabet gelar dari Grand Tour. Selain dia dan Froome, tiga pembalap Inggris lainnya ialah Bradley Wiggins, Geraint Thomas, dan Simon Yates.

Setelah memenangi etape ke-20, Hart memiliki catatan waktu yang sama dengan pembalap UCI Worldteam Team Sunweb Jai Hindley.
Namun, pada etape ke-21 yang titik fi nisnya di Milan, dia berhasil memenangi gelar juara setelah unggul 39 detik dari Hindley.

“Sepanjang karier saya, saya telah bermimpi untuk mencoba menjadi 10 besar mungkin lima besar dalam turnamen sebesar ini, jadi ini adalah sesuatu yang sama sekali di luar ekspektasi,” imbuhnya.

Mundurnya sejumlah pembalap dari turnamen akibat pandemi covid-19 membuat langkah Hart untuk menjadi juara lebih terbuka. Thomas yang merupakan juara Tour de France 2018, juga menjadi salah satu peserta yang mundur. Dua pembalap yang digadang-gadang akan merebut juara, Simon Yates dan Steven Kruijswijk, ikut mundur dari turnamen setelah dinyatakan terpapar covid-19.

“Saya hanya akan menikmati kemenangan ini, saya akan tetap menjadi orang yang sama, tetap profesional seperti yang saya yakini, saya sangat bersyukur atas kehormatan dan hak istimewa yang luar biasa yang saya jalani di tim ini (tim Sky) dan pada balapan-balapan ini,” tutur Hart. (Rif/BBC/R-3)

BERITA TERKAIT