27 October 2020, 10:05 WIB

BMKG : Waspadai Dampak tidak Langsung Siklon Molave


Zubaedah Hanum | Humaniora

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini dampak siklon tropis Molave di perairan barat Filipina terhadap cuaca di Indonesia.

"Memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia, berupa hujan dengan intensitas sedang hinggal lebat di wilayah Sumatra Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan  Sulawesi Selatan," sebut BMKG dalam laman resminya.

Selain curah hujan berlebih, Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta juga memperingatkan bahwa siklon tropis Molave akan memicu gelombang laut dengan ketinggian 1.25 - 2.50 m di wilayah Laut Natuna Utara dan Perairan Utara Halmahera.

Dari data TCWC yang terekam pukul 19.00 WIB pada 26 Oktober 2020, siklon tropis Molave terdeteksi di 13.4LU, 117.5BT atau sekitar 1.120 km sebelah utara Tarakan, Kalimantan Utara. Arah gerak siklon ini menuju ke barat dengan kecepatan 14 knots atau 26 km/jam menjauhi wilayah Indonesia. Adapun kecepatan angin maksimumnya sebesar 70 knots (130 km/jam).

TCWC memprediksi selama 24 jam ke depan yakni, pukul 19.00 WIB pada Selasa, 27 Oktober 2020, Molave akan berada di 14.1LU, 112.0BT (sekitar 1350 km sebelah utara barat laut Tarakan) atau ke arah barat, bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum diprediksi 85 knots (155 km/jam).

Pergerakan Molave selama 72 jam kemudian pukul 19.00 WIB pada 29 Oktober 2020 diperkirakan melemah dengan kecepatan angin maksimum 30 knots (55 km/jam).

Di Filipina, ribuan penduduk desa terpaksa mengungsi dari rumah mereka di Filipina saat topan yang bergerak cepat menghantam daratan, hujan deras membanjiri wilayah pedesaan, angin kencang merusak atap dan menumbangkan pohon serta kabel listrik, kata para pejabat.

Belum ada laporan tentang korban jiwa dari Topan Molave, tetapi pihak berwenang pada Senin (26/10), melaporkan setidaknya satu orang hilang dan tujuh lainnya diselamatkan setelah kapal pesiar mereka tenggelam di lepas pantai provinsi Batangas selatan Manila.

Saat ini, Vietnam bersiap untuk mengevakuasi 1,3 juta orang karena ancaman topan Molave yang memiliki kecepatan angin hingga 125 km/jam dan hembusannya hingga 150 kilometer per jam saat meninggalkan pulau Luzon di Filipina.
 
Dikutip dari laman TRT World, Molave diperkirakan akan mendarat di Vietnam pada Rabu (28/10) mendatang dengan kecepatan angin hingga 135 kilometer per jam. Ini akan menjadi badai keempat yang melanda Vietnam.

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Filipina dan Vietnam juga menjadi korban perlintasan siklon tropis Saudel yang berada di Samudera Pasifik Timur Filipina. (H-2)

BERITA TERKAIT