26 October 2020, 22:00 WIB

Instalasi Lateks Pekat, Muba Maksimalkan Serapan Karet Petani


Dwi Apriani | Nusantara

KABUPATEN Musi Banyuasin menjadi salah satu daerah penghasil karet terbesar di Sumatra Selatan. Luas perkebunan karet di Muba mencapai 337 ribu hektare dengan produksi karet kering 152 ribu ton.

Komposisi kepemilikan didominasi perusahaan rakyat 90 persen. Sebagai upaya mensejahterakan petani, Pemkab Muba memanfaatkan karet untuk dimaksimalkan sebagai bahan campuran aspal atau aspal karet.

Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan, pihaknya memanfaatkan teknologi aspal karet dinilai telat ditengah merosotnya harga karet alam di pasaran.

"Dengan penggunaan karet rakyat sebagai bahan aspal diharapkan akan mendongkrak harga, memberi nilai tambah dan mendorong hilirisasi karet menjadi produk lainnya," kata Dodi di sela peresmian instalasi pengolahan aspal karet berbasis lateks pekat terpravulkanisasi dan dan uji gelar aspal karet di Desa Keluang, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, Senin (26/10).

Ia menjelaskan, untuk mewujudkan mimpi menggunakan aspal karet di jalan-jalan Musi Banyuasin pada 2018 lalu untuk pertama kali pihaknya mengaspal jalan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Sungai Lilin dengan aspal karet teknologi serbuk karet alam teraktivasi. Ini sebagai upaya untuk mendorong penggunaan teknologi tersebut.

"Hari ini kami mewujudkan penggunaan teknologi yang lebih maju dengan pembuatan aspal karet yakni lateks pekat terpravulkanisasi dengan Unit Pengolahan Terintegrasi," jelasnya.

Dodi mengungkapkan, dengan dimulainya produksi unit pengolahan aspal karet berbasis lateks pekat diharapkan dapat mensuplai kebutuhan aspal untuk jalan kabupaten, provinsi dan jalan nasional.

"Kedepannya kami terus mendorong perluasan pemanfaatan penggunaan aspal karet dan turunan berbasis karet lainnya," ucap Dodi.

Baca juga : Dinkes Padang Tambah 23 Puskesmas untuk Tes Swab

Ia menuturkan, penggunaan teknologi aspal karet dapat terwujud di Muba tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak diantaranya kementerian terkait dan lembaga penelitian.

Dukungan ini diharapkan akan terus diberikan kepada Muba dalam rangka mendorong perluasan pemanfaatan dan teknologi sehingga bisa memberikan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pihaknya akan menyiapkan regulasi yang mendorong semua pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel untuk pembangunan dan peningkatan jalan di daerahnya.

"Saya sudah mengintruksikan agar jalan provinsi nanti memakai aspal karet dari Muba. Dan saya mengimbau agar kabupaten dan kota di Sumsel juga memanfaatkan aspal karet ini," ucapnya.

Ia mengapresiasi Pemkab Muba yang sudah berinovasi untuk memanfaatkan hasil serapan karet dari petani untuk dijadikan aspal karet. Apalagi di Muba ada 300 ribu hektar lebih lahan perkebunan karet. Sementara secara provinsi total ada 1,3 juta hektar lahan karet.

"Dengan adanya pemanfaatan karet aspal ini tentu kita bisa semakin mensejahterakan petani karet di Muba," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT