26 October 2020, 20:15 WIB

Partai Koalisi Pendukung Siapkan Pergantian Muhyidin


Faustinus Nua | Internasional

KOALISI Barisan Nasional (BN) yang dipimpin Umno terkunci dalam diskusi mendalam pada Senin (26/10) tentang kemungkinan mengganti Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dengan anggota parlemen senior dari barisan mereka sendiri.

Dikutip The Straits Times Tan Sri Muhyiddin diketahui telah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri pada Minggu malam. Hal itu menyusul penolakan Raja Sultan Abdullah Ahmad Shah terhadap permintaan pemerintag untuk menetapkan keadaan darurat.

"Muhyiddin terguncang oleh penolakan Raja, tetapi dia tidak ingin mengikuti jejak Mahathir," kata seorang sumber, merujuk pada bagaimana pengunduran diri mantan perdana menteri Mahathir Mohamad pada Februari yang membuat Malaysia dalam kekacauan politik selama seminggu sebelum Tan Sri Muhyiddin dilantik pada tanggal 1 Maret.

Umno saat ini dinilai mampu merebut kekuasaan pemerintahan di negeri itu. Dengan catata, jika Unmo dapat menemukan kandidat yang cocok dan mencapai kesepakatan dengan Parti Pribumi Bersatu Malaysia dari Muhyiddin.

PM sendiri menghabiskan Senin pagi dalam pertemuan back-to-back dengan para pemimpin puncak pemerintah. Hal itu untuk mengatasi dan membahas penolakan kerajaan hari Minggu atas permintaannya.

Ketua partai dari pakta Perikatan Nasional (PN) - di mana BN adalah komponen terbesar - hadir di Kantor Perdana Menteri (PMO) pada hari Senin. Namun presiden Umno Ahmad Zahid Hamidi tidak hadir- yang dalam beberapa pekan terakhir mengancam akan menarik dukungan partai berkuasa terbesar dari Muhyiddin.

Perdana menteri kemudian memimpin rapat kabinet khusus pada pukul 11.30 pagi di tengah spekulasi bahwa Zahid akan terus menekan pemerintah. Zahid mengatakan dia melewatkan pertemuan PN karena dia tidak sehat, tetapi sebagai Ketua BN dia kemudian memimpin rapat 42 anggota parlemen koalisi pada Senin sore di markas Umno, setelah rapat Kabinet.

“Itu yang kita bicarakan,” kata Menteri Luar Negeri Hishammuddin Hussein, ketika ditanya apakah pengunduran diri PM ada dalam agenda. "Kami membahas bagaimana untuk bergerak maju."

Anggota dewan tertinggi Umno Zahidi Zainul Abidin juga mengatakan "ada pandangan untuk menarik kembali dukungan untuk Muhyiddin, tetapi mayoritas dari mereka mengatakan 'tidak Anwar Ibrahim, tidak DAP'," katanya kepada wartawan setelah pertemuan dua jam itu.

Pemimpin Oposisi Anwar memimpin pakta Pakatan Harapan (PH) yang mencakup Partai Aksi Demokratik yang didominasi Tionghoa. Mereka dituduh oleh partai Muslim Melayu seperti Umno merusak kepentingan mayoritas komunitas.

Adapun, rencana untuk memberlakukan keadaan darurat memungkinkan pemerintah menangani pandemi tanpa gangguan politik. Tetapi para kritikus menolaknya sebagai taktik PM Muhyiddin untuk tetap berkuasa, mengingat mayoritas tipisnya di Parlemen akan diuji ketika anggota parlemen bertemu untuk memberikan suara pada raoat anggaran bulan depan.

Anggota dewan tertinggi Umno Puad Zarkashi dan presiden oposisi Parti Amanah Negara Mohamad Sabu telah membuat seruan agar Muhyiddin mengundurkan diri. Namun, mereka mencabut pernyataannya setelah ditegur, mengingat Sultan Abdullah telah meminta politisi untuk tidak mengganggu kestabilan pemerintah.

Meskipun menolak permintaan darurat, istana pada Minggu memuji penanganan pandemi oleh pemerintahan Muhyiddin sambil menegur tindakan tidak bertanggung jawab yang telah merusak pemerintah. Beberapa tokoh oposisi, terutama yang berasal dari Partai Aksi Demokratik, partai terbesar di Parlemen, menyambut baik seruan untuk memastikan Anggaran 2021 disetujui dengan menawarkan untuk menegosiasikan RUU pasokan dengan pemerintah sebagai imbalan atas dukungan mereka.(TheStraitsNews/OL-4)

BERITA TERKAIT