26 October 2020, 19:54 WIB

Jokowi Minta Harga Vaksin Mandiri Terjangkau


Insi Nantika Jelita | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, dalam pengadaan vaksin covid-19, pihaknya menyiapkan dengan dua skema. Yang pertama ialah skema gratis dan kedua dengan skema mandiri.

"Saya menginginkan agar masyarakat yang mendapatkan vaksin melalui skema mandiri dapat memperolehnya dengan harga yang terjangkau," ujar Jokowi dalam akun instagramnya @jokowi, Senin (26/10).

Pemerintah, sebutnya, berupaya bergerak cepat untuk melakukan penanganan pandemi Covid-19 dengan pengadaan vaksin. Seperti diketahui, pembelian vaksin yang disetujui pemerintah sejauh ini ada empat perusahaan yakni Sinovac, Cansino, G42/Sinopharm dan Astra Zeneca.

"Dalam pemberian vaksi pemerintah juga memperhatikan aspek keselamatan kepada masyarakat luas. Rencana ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai tergesa-gesa," kata Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pengiriman kandidat vaksin dan pelaksanaan vaksinasi tergantung dari hasil uji klinis yang dilakukan masing-masing produsen vaksin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebutnya, akan memastikan keselamatan dan efektivitas kandidat vaksin tersebut untuk digunakan di Indonesia, dengan mengacu pada kaidah ilmiah keilmuan dan etis, sesuai pedoman WHO. Pelaksanaan vaksinasi tersebut setelah mendapat perizinan dari BPOM.

“Keselamatan jiwa manusia adalah hukum tertinggi. Itu yang kita utamakan,” tegas Menko Airlangga dalam keterangan pers beberapa waktu lalu.

Pemerintah juga mengembangkan melalui jalur mandiri yaitu Vaksin Merah Putih. Airlangga menyebut, jumlah total kandidat vaksin yang sangat berpotensi untuk dapat disediakan di Indonesia adalah sekitar 300 juta dosis yang diperuntukkan bagi sekitar 160-185 juta orang. (OL-4)

BERITA TERKAIT