26 October 2020, 18:10 WIB

Bapeten Gandeng UI Gelar Seminar Keamanan dan Keselamatan Nuklir


Abdillah M Marzuqi | Humaniora

BADAN Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) menggelar Seminar Keselamatan Nuklir (SKN) 2020. Seminar ini merupakan hasil kerja sama Bapeten dengan Fakultas MIPA, Universitas Indonesia (UI).

Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan, keamanan, dan ketenteraman pekerja, masyarakat, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup untuk mewujudkan peningkatan efektivitas pengawasan ketenaganukliran melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan efektivitas pengawasan ketenaganukliran yang sinergi dengan perkembangan global, sehingga keikutsertaan dari pihak dalam dan luar negeri yang terkait dengan keselamatan nuklir menjadi sangat penting," tandas Jazi dalam konfresnsi pers virtual, Senin (26/10).

Jazi menambahkan, tenaga nuklir dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi pada sisi yang lain juga mempunyai resiko bila tidak memiliki pengawasan yang baik. 

Karenanya untuk mengurangi terjadinya potensi risiko tersebut, diperlukan pengawasan yang ketat dengan berdasar pada aspek safety, security, dan safeguards (3S). 

Pemanfaatan tenaga nuklir harus memenuhi tingkat keselamatan
dan keamanan serta sefeguard sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. 

Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pemanfaatan tenaga nukli memberikan peluang berarti bagi masyarakat. Misalnya pemanfaatan tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa depan yang pada akhirnya diharapkan dapat mencapai kesejahteraan dan kemandirian energi nasional.

"Semua faktor yang berpotensi memengaruhi pemanfaatan penggunaan tenaga nuklir, serta pengawasannya, perlu diantisipasi, dan semestinya tidak mengurangi keefektifan pengawasan untuk mencapai tujuannya," ujar dia.

Terwujudnya keselamatan dalam pemanfaatan tenaga nuklir dilaksanakan oleh BAPETEN serta memerlukan dukungan dan peran pemangku kepentingan lain juga masyarakat. 

"Dalam mencapai tujuan pengawasan ketenaganukliran, tidak semata-mata fungsi otorisasi harus dominan, terdapat peran publik dan kepakaran yang memberikan kontribusi pencapaian tujuan dimaksud," tandas Jazi

Ia berharap lenyelenggaraan seminar di bidang pengawasan ketenaganukliran menjadi salah satu sarana meningkatkan peran pakar dan publik tersebut. 

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pengawasan ketenaganukliran yang sinergi dengan perkembangan global. Sehingga keikutsertaan dari pihak dalam dan luar negeri yang terkait dengan keselamatan nuklir menjadi sangat penting.

SKN diselenggarakan secara virtual dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta pemakalah maupun pendengar, yang menekankan pada alur komunikasi dan penyebarluasan kebangkitan iptek pengawasan melalui tema 'Inovasi untuk mendukung keselamatan dan keamanan nuklir dengan tujuan SDM Indonesia yang maju dan unggul” (Innovations to Support Nuclear Safety and Security for Advanced Human Resources and Excellent Indonesia)'. (OL-8)

BERITA TERKAIT