26 October 2020, 14:14 WIB

Temanggung Rogoh Kocek Rp9 Miliar untuk Sabuk Gunung


Tosiani | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah siap gelontorkan Rp9 miliar untuk mengembangkan Program Sabuk Gunung. Upaya ini untuk mengkonservasi lingkungan dan mata air dari tiga gunung. Yakni pegunungan Prau, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Program sabuk gunung ini menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono  akan dimulai pada tahun depan dibiayai dari APBD.

"Sekarang sudah dimulai berbagai persiapan. Konservasi ini akan melibatkan berbagai elemen, seperti masyarakat tani dan menggunakan pendekatan humanis, dan edukatif keberlangsungan ekosistem alam jangka panjang,"terang Entargo, Senin (26/10).

Nantinya, lanjut Entargo di tiap kecamatan yang ada di tiga gunung akan ada satu desa yang akan menjadi pilot project atau desa binaan yang jadi percontohan bagi desa-desa lain. Sejumlah 12 kecamatan akan dilibatkan dalam konservasi sabuk gunung. Antara lain Kecamatan Selopampang,Tlogomulyo, Bulu, Bansari, Ngadirejo, Wonoboyo, dan Tretep.

"Konservaai ini juga akan memanfaatkan lahan tidak produktif,"katanya.

Saat ini, lanjut Entargo, pihaknya telah memulai proses edukasi pada masyarakat terkait konservasi. Upaya ini dilakukan dengan berbagai pendekatan termasuk budaya. Diantaranya melakukan penghijauannya dengan tanaman tahunan bukan tanaman musiman, seperti Macadamia. Diharapkan tanaman ini akan ada nilai ekonominya sehingga masyarakat juga mendapat hasil dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

"Kita tidak akan menghilangkan tanaman tembakau, hanya mensubtitusi tembakau dengan tanaman lain supaya ekonomi tetap berjalan," katanya.

Tanaman Macadamia yang merupakan spesies tumbuhan dari Familia Protoceaememiliki nilai ekonomis tinggi. Bijinya menyerupai Kacang Almond dengan rasa seperti mentega. Harga jualnya cukup tinggi bisa mencapai Rp 70 ribu per kilogram, bahkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT