26 October 2020, 13:18 WIB

Kampanye Gemaya, Solusi Bantu Peternak Ayam di Masa Pandemi


mediaindonesia.com | Ekonomi

KONDISI peternak ayam di Indonesia berada di titik nadir. Ini disebabkan oleh pasokan ayam yang melimpah sehingga membuat harga jual ayam menjadi turun. Ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat peternak ayam semakin terpuruk.

Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan menginisiasikan sebuah kampanye yakni ‘Gerakan Makan Ayam’ atau Gemaya.

Gemaya adalah kampanye yang memiliki tujuan untuk meningkatkan konsumsi ayam di masyarakat sehingga bisa membantu kelangsungan bisnis para peternak ayam di seluruh Indonesia.

 Kampanye ini juga memberikan efek tidak langsung kepada perekonomian Indonesia yang terguncang karena pandemi. Tentunya dengan dibukanya pasar-pasar dengan menerapkan protokol kesehatan akan ada transaksi yang bisa membuat roda perekenomian menggeliat kembali.

Masih terkait masa pandemi Covid-19, konsumsi daging ayam bisa memenuhi gizi bagi tubuh tercukupi sehingga akan meningkatkan imun tubuh dan tidak mudah sakit. Untuk mensosialisasikan kampanye Gemaya ini, akan lebih difokuskan kepada digital.

Salah satunya adalah dengan webinar, dengan menghadirkan pakar-pakar dan asosiasi yang berkaitan dengan fenomena ini diharapkan bisa sekaligus mengedukasi publik sehingga lebih memahaminya.

Topik yang diangkat dalam Webinar adalah ‘’Tingkatkan Konsumsi Ayam Dalam Negeri, Selamatkan Peternak dan Peningkatan Gizi’. Akan hadir pembicara dalam Webinar adalah tokoh-tokoh dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) dan Pergizi Pangan.

Hadirnya webinar ini diharapkan bisa memberi insight-insight penting sekaligus solusi bagi peternak-peternak ayam di seluruh Indonesia bisa bertahan terutama di masa pandemi ini.

Dalam pidatonya, Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan, Kementan, Dr. Ir. Nasrullah M.sc menyebutkan daging ayam adalah sumber protein hewani dengan kandungan gizi yang baik dan mudah terjangkau oleh masyarakat.

Ia menambahkan jika sangat penting untuk mememnuhi asupan gizi terutama di masa pandemic Covid-19. Daging ayam disebutkan sebagai salah satu asupan makanan yang dibutuhkan agar imun tubuh meningkat.

‘’Menjaga pola makan dengan asupan gizi yang seimbang penting dilakukan sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi. Oleh karena itu mengkonsumsi daging ayam merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya tahan tubuh karena gizinya dapat meningkatkan kekebalan tubuh," ujarnya.

Sementara itu dari pihak Pinsar Indonesia, melihat kampanye Gemaya bukan kampanye periodik ataupun seasonal, Gemaya  bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menolong peternak ayam yang sedang terpuruk.

Drh.Rakhmat Nurianto selaku Ketua DPP Pinsar Indonesia mengungkapkan Gemaya menghadirkan opsi-opsi jawaban baru dari masalah ini. Ia memberi contoh yakni rantai dingin (cold chain). Proses pengaturan suhu yang tidak terputus, mulai dari pemotongan, penyimpanan hingga konsumsi.

Hal tersebut bisa mengubah industri ayam ras di Indonesia. Peternak pun harus beradaptasid dengan proses ini untuk kedepannya bisa menyimpan pasokan berlebih.

Selain itu kampanye ini juga menjadi edukasi konsumen, tidak hanya untuk mengajak makan ayam tapi juga mengetahui fakta-fakta yang ada dalam daging ayam.

Bukan tidak mungkin menurunnya minat konsumsi karena isu-isu negatif terkait daging ayam. Banyak isu beredar terkait daging ayam, misalnya isu hormon, isu kanker, isu kolesterol dan isu alergi.

"Gemaya menjadi sebuah kampanye belajar untuk masyarakat bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika mengonsumsi daging ayam. Justru mengkonsumsi daging ayam akan memberikan asupan gizi yang bagus karena protein hewani sangat berperan penting bagi kecerdasan,” kata Rakhmat.

“Jadi, ayo jangan ragu,kita bantu peternak-peternak ayam di Indonesia Dengan terus mengkonsumsi daging ayam yang juga menyehatkan lagi mencerdaskan,” jelas Rakhmat.

Di sisi lain, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, juga melihat cold chain sebagai solusi alternatif yang efektif. Dengan cara ini daging ayam akan lebih lama bertahan.

"Ayam beku utuh dalam kondisi mentah dapat disimpan hingga 12 bulan. Potongan daging ayam beku mentah dapat disimpan sekitar 9 bulan," jelasnya.

Ia menambahkan jika  bagian dalam/ jeroan mentah dapat disimpan dalam kondisi beku hingga 3-4 bulan. Ayam matang yang dibekukan, dapat bertahan sekitar 4 bulan.

Kampanye ini juga menjadi tempat edukasi konsumen, tidak hanya untuk mengajak makan ayam tapi juga mengetahui fakta-fakta yang ada dalam daging ayam. Bukan tidak mungkin menurunnya minat konsumsi karena isu-isu negatif terkait daging ayam. Banyak isu beredar terkait daging ayam, misalnya isu hormon, isu kanker, isu kolesterol dan isu alergi.

Gemaya menjadi sebuah kampanye belajar untuk masyarakat bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika mengkonsumsi daging ayam. Justru mengkonsumsi daging ayam akan memberikan asupan gizi yang bagus karena protein hewani sangat berperan penting bagi kecerdasan.

"Jadi, ayo jangan ragu,kita bantu peternak-peternak ayam di Indonesia Dengan terus mengkonsumsi daging ayam yang juga menyehatkan lagi mencerdaskan," kata Prof.Hardinsyah. (OL-09)

BERITA TERKAIT