26 October 2020, 12:40 WIB

Gempa Pangandaran M=5,9 Getarkan Sejumlah Gunung Api


Zubaedah Hanum | Humaniora

GEMPA bumi di perairan selatan Jawa dengan magnitudo 5,9 terjadi pukul 07.56 WIB Minggu, 25 Oktober 2020. Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), gempa bumi itu terekam pada pos pengamatan gunungapi di sejumlah wilayah.

Dari informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 107,87° BT dan 8,32° LS (90 km barat daya Pangandaran, Jawa Barat) pada kedalaman 10 km.

"Gempa bumi tersebut dirasakan hingga di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Guntur (Kec. Tarogong Kaler, Garut) dan PGA Gede (Kec. Cicuruk, Sukabumi) dengan intensitas III MMI _(Modified Mercalli Intensity)_, dan Pos PGA Galunggung (Kec. Padakembang, Tasikmalaya) dengan intensitas II MMI," tulis Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dalam akun Instagramnya.

Dari informasi tim Badan Geologi yang berada di Kota Bogor, guncangan dirasakan dengan intensitas II MMI. Guncangan gempa bumi juga terekam pada stasiun pemantauan Gunung Salak, Gunung Slamet, dan Gunung Ijen, namun guncangannya tidak dirasakan.

"Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut," kata Badan Geologi.

BMKG mencatat, guncangan gempa bumi pada 25 Oktober 2020 pagi terasa hingga ke Sukabumi, Tasikmalaya, dan Pangandaran dengan intensitas III-IV MMI, di Cilacap, Kuningan, Garut, dengan intensitas III MMI, serta di Kab. Bandung, Banyumas, Kutoarjo, Kebumen, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Bandung dengan intensitas II-III MMI.

Informasi lain yang didapatkan Badan Geologi dari GeoForschungsZentrum_ (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 107,95°BT dan 7,99°LS dan dengan magnitudo M5,5 dan kedalaman 65 km. Sedangkan, The United States Geological Survey , Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat dan 107,968°BT dan 8,009°LS dengan magnitudo M 5,0 dan kedalaman 57,1 km.

Masyarakat, kata Badan Geologi,  diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

"Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil," cuit Badan Geologi. (H-2)

BERITA TERKAIT