26 October 2020, 04:15 WIB

Genjot Produksi, Aceh Barat Usulkan Cetak Sawah 10.000 Ha


mediaindonesia.com | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Aceh Barat mengusulkan program cetak sawah baru seluas 10.000 hektare (ha) pada 2021. Program itu bertujuan meningkatkan produksi pangan dan mempertahankan swasembada beras.

Nantinya, lahan cetak sawah baru dibangun di lintasan Beureugang, Kecamatan Kaway XVI hingga menuju ke Peulanteu, Kecamatan Bubon. Pembangunan menyasar jalan sepanjang 11 kilometer (km). 

Baca juga: Orangutan Serang Perkebunan di Aceh

“Dengan tuntasnya pembangunan saluran Irigasi Lhok Guci di Kecamatan Pante Ceureumen, kita harapkan menjadi sebuah tolok ukur peningkatan sumber ketahanan pangan di Aceh,” ujar Bupati Aceh Barat Ramli MS.

Pada 2011, lanjut dia, Kementerian Pertanian memberikan program cetak sawah baru kepada petani di Kabupaten Aceh Barat, dengan luas lebih dari 2.500 ha. Program itu pun sudah tuntas dikerjakan.

Namun, karena belum ada aliran irigasi, sebagian lahan sawah tidak bisa difungsikan. Ketiadaan sumber air membuat petani kesulitan untuk menanam padi.

Baca juga: Ekonomi Kontraksi, Sektor Pertanian Masih Tumbuh Positif

Dengan adanya saluran Irigasi Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat, Ramli berharap produksi padi semakin meningkat. “Sejak 2018 hingga 2020, kami berhasil panen padi 80 ribu ton per tahun. Ke depan, kita targetkan produksi padi menjadi 100 ribu ton per tahun,” imbuhnya.

Saat ini, luas lahan sawah di Aceh Barat tercatat 10.153 ha. Melalui usulan cetak sawah baru, diharapkan luas lahan sawah di Kabupaten Aceh Barat mencapai 20.000 ha. Sehingga, mampu berkontribusi meningkatkan ketahanan pangan di daerah.(Ant/OL-11)

BERITA TERKAIT