26 October 2020, 03:53 WIB

Liburan Paling Aman, Ya di Rumah Aja


Put/S1-25 | Megapolitan

LIBURAN bersama keluarga di akhir pekan adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun, di kala pandemi masyarakat diharapkan bijak memilih berlibur di luar rumah dan menggantinya dengan kegiatan-kegiatan edukatif serta menyenangkan di rumah saja.

Sudah banyak tutorial maupun tayangan edukatif di berbagai kanal media sosial untuk membuat kegiatan menyenangkan melibatkan anggota keluarga di rumah.

Masyarakat diimbau untuk di rumah saja bukan tanpa sebab. Liburan di masa pandemi justru bisa berujung bencana. Tercatat selama terjadinya libur panjang pada 17 Agustus dan 20-23 Agustus lalu malah mengakibatkan penyebaran kasus baru covid-19 naik signifikan. Dari data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sesuai masa inkubasi virus, lonjakan kasus akibat libur panjang tersebut terjadi pada sepekan selanjutnya, yakni 3 September terdapat 1.959 kasus yang tercatat sebagai rekor kasus baru tertinggi di DKI sepanjang terjadinya wabah covid-19 dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, data Satgas Penanganan covid-19, libur panjang yang terjadi pada Agutus lalu telah mengakibatkan lonjakan jumlah kasus baru dari 1.198 kasus pada pekan ketiga, menjadi 3.757 pada pekan kedua September 2020.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan hal tersebut terkait kekhawatiran lonjakan kasus baru pascalibur panjang.

Bagi masyarakat yang dalam keadaan mendesak harus melakukan kegiatan di luar rumah selama periode libur panjang tersebut, kata Wiku, wajib mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta hindari kerumunan.

“Keputusan untuk keluar rumah harus dipikirkan secara matang dan mempertimbangkan semua risiko yang ada,” jelas Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (20/10).

Imbauan yang sama dikemukakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza. Ia sangat mengimbau
agar warga Jakarta mengurungkan niat bepergian ke luar kota di saat libur, utama libur panjang pada pekan ini.

Sebab, dari momen liburan yang pernah terjadi justru berimbas pada naiknya jumlah kasus baru covid-19 hingga memunculkan klaster liburan.

“Untuk kali ini kami mengimbau ya agar warga dalam mempergunakan waktu libur panjang ini agar tetap berada di rumah saja berkumpul bersama keluarga, memaknai kebersamaan. Sehingga sedapat mungkin menghindari kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan,” ucapnya.

Pencegahan penyebaran covid-19

Pencegahan penyebaran covid-19 telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta melalui sejumlah aktivitas maupun kebijakan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan telah memberlakukan kebijakan/protokol sejak World Health Organization (WHO) mengumumkan status pandemi global covid-19. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penyebaran covid-19.

“Penyusunan protokol kesehatan disesuaikan dengan situasi dengan perkembangan kasus covid-19, dan kebijakan yang dikeluarkan selalu seiring antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam penanganan covid-19,” kata Widyastuti.

Ia mengungkapkan kebijakan dibuat secara komprehensif, mulai dari aspek pencegahan sampai aspek pengendalian covid-19. Di antaranya, sosialisasi pencegahan covid-19 yang dilakukan secara masif area publik seperti di sekolah, mal, pasar, halte, terminal dan pusat keramaian lainnya.

Selain itu, memberlakukan skrining covid-19 di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Skrining juga dilakukan pada terduga covid-19 di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).

Pemprov juga memberlakukan kebijakan wajib penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam penanganan covid-19.

“Kami juga berupaya melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) covid-19. Pengambilan dan pengiriman spesimen covid-19 dilakukan langsung oleh puskesmas/rumah sakit/sudinkes (suku dinas kesehatan). Kemudian pelaporan pemeriksaan laboratorium covid-19,” jelas dia.

Dinkes DKI juga memberlakukan tatalaksana penanganan spesimen covid-19 yang melebihi kapasitas laboratorium pemeriksa, maupun terkait pengelolaan limbah medis terkait covid-19.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta memberi kemudahan bagi pasien covid-19 yang memerlukan isolasi untuk dirujuk ke shelter atau rujukan ke RS.

Ia mengatakan Pemprov DKI memiliki tatalaksana pemulangan pasien dalam pengawasan (PDP) dengan masa tunggu hasil pemeriksaan laboratorium swab. “Kami juga telah menerbitkan pedoman isolasi terkendali covid-19 dan melakukan pemantauan orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) covid-19 yang dilakukan oleh puskesmas,” ungkap Widyastuti.

Penetapan pedoman Perilaku Bersih Dan Sehat (PHBS) juga dilakukan untuk pencegahan covid-19 pada masa transisi. “Kami terus menyebarluasan informasi 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) untuk pencegahan covid-19 pada PSBB masa transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif,” jelasnya.

Protokol kesehatan di DKI Jakarta

Pada pelaksanaan protokol kesehatan, Dinkes DKI Jakarta melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader kesehatan, pejabat wilayah setempat sampai tingkat RT/RW dan tokoh agama.

Widyastuti melanjutkan penyebaran informasi dan pemberlakuan protokol kesehatan juga melibatkan kader kesehatan (kader posyandu, kader jumantik) dan kader dasawisama untuk melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).

Upaya pecegahan penyebaran covid-19, juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat terkait informasi adanya warga yang diduga terinfeksi covid-19. Karenanya, Pemprov DKI memberlakukan pelaporan pelacakan kontak erat (closed contact tracing).

Pencegahan di lingkungan masyarakat juga dilakukan dengan melibatkan camat hingga RT/RW dengan pembentukan Gugus Tugas. “Pembentukan Gugus Tugas RT/RW dan penerbitan panduan pelaporan ke Pengurus RT/RW/Lurah/Camat jika ada warga yang diduga terpapar covid-19 juga digencarkan,” tuturnya.

Kemudian, Widyastuti menambahkan, agar virus korona tidak menyebar desinfeksi dilakukan pada lingkungan permukaan fasilitas umum.

Sedangkan untuk para tenaga medis, kata Widyastuti, Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan psikososial agar tingkat imunitas mereka tetap terjaga dan rasio kesembuhan dalam penanganan pasien covid-19 semakin tinggi.

Terakhir, masyarakat diimbau agar terus bisa ikut berperan dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam menanggulangi wabah covid-19 dengan tetap di rumah selama liburan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) di manapun dan kapanpun.

Upaya-upaya ini harus terus dilakukan sehingga jangan sampai apa yang sudah dikerjakan masyarakan bersama pemerintah selama delapan bulan ini memerangi wabah covid menjadi sia-sia. Tak lupa pula masyarakat dapat melaporkan pelanggaran PSBB dengan menggunakan fitur JakLapor pada aplikasi JAKi (Jakarta Kini).

Update informasi covid-19 di DKI Jakarta melalui kanal media sosial Pemprov DKI Jakarta (facebook, instagram, twitter) dan di corona. jakarta.go.id. (Put/S1-25)

BERITA TERKAIT