26 October 2020, 02:44 WIB

Awas Klaster Banjir dan Libur Panjang


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

CUACA buruk yang memicu hujan lebat dan sungai meluap membuat sejumlah wilayah di Tanah Air terendam banjir dalam beberapa hari terakhir ini. Di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, puluhan rumah diterjang banjir bandang. Di Kota Bekasi, Jawa Barat, beberapa perumahan di bantaran Sungai Cileung si dan Cikeas, Minggu (25/10) dini hari, dilaporkan juga terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

Banjir, kemarin, juga melanda tiga dusun di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat hujan yang mengguyur sejak Sabtu (24/10) sore. Adapun di Ibu Kota, pada hari yang sama sebanyak 16 RT di wilayah Jakarta Selatan dinyatakan sempat tergenang banjir dengan ketinggian mulai 30 cm hingga 71 cm.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman BMKG, kemarin, menyatakan dalam dua hari ke depan cuaca di sebagian besar wilayah Tanah Air bakal didominasi kondisi berawan dan hujan. Hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang bahkan diprediksi dapat melanda.

Masyarakat pun diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, dan hujan es, juga dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan bencana lain dalam sepekan ke depan.

Paralel dengan prediksi BMKG, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui juru bicaranya, Wiku Adisasmito, pun mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai timbulnya klaster baru covid-19 di lokasi pengungsian terkait dengan potensi bencana alam di sejumlah wilayah dalam enam bulan ke depan.

Wiku juga mengingatkan masyarakat yang terpaksa berpindah ke pengungsian untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan prinsip 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan selama berada di pengungsian.

Lima hari

Selain di pengungsian, klaster baru penularan covid-19 dikhawatirkan juga muncul tatkala masyarakat merayakan hari libur panjang selama lima hari, mulai 28 Oktober hingga 1 November mendatang.

Pengamat kebijakan publik Agus Heruanto menyoroti benar potensi munculnya klaster baru tersebut. Ia pun mengingatkan pentingnya pengawasan ketat di jalur-jalur transportasi dan lokasi wisata.

Dalam kaitan itu, Provinsi Jambi, Riau, Bangka Belitung, dan sejumlah wilayah lain pun melakukan antisipasi. Gubernur Jambi Restuardy Daud, misalnya, meminta 11 kepala daerah di provinsi itu bekerja keras mengawal ketat penerapan protokol kesehatan di titik-titik yang berpotensi memunculkan kerumunan saat liburan panjang.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya akan mengawal agar protokol kesehatan ditaati. “Mulai dari menjaga jarak, pemeriksaan kesehatan, pelayanan dan fasilitas tanpa adanya sentuhan, menjamin keamanan setiap orang, dan menjaga kebersihan fasilitas bandara.”

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat menghindari kerumunan saat libur panjang. “Memilih pi-
lihan sesuai kondisi masing-masing. Pilihannya ialah liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan,” tegas dia. (Hld/SL/RF/RK/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT