26 October 2020, 02:30 WIB

Trump Siap Lakukan Serangan Terakhir di New Hampshire


MI | Internasional

PRESIDEN Donald Trump berusaha menyaingi lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden, pada hari Minggu (25/10) dengan perjalanan kampanye ke New Hampshire, sebuah negara bagian yang kalah telak pada 2016 dan mencoba merebut kembali dalam pemilihan Gedung Putih tahun ini.

Dengan sembilan hari tersisa hingga pemilihan umum 3 November di AS, presiden dari Partai Republik itu menyerbu negara bagian. Itu menjadi upaya akhir untuk melawan Biden yang memimpin dalam jajak pendapat nasional.

New Hampshire, tempat Trump kalah dari kandidat Demokrat, Hillary Clinton, dengan sekitar 3.000 suara pada tahun 2016, belum dianggap sebagai medan pertempuran tingkat atas.

Sebagian besar jajak pendapat menunjukkan Biden dengan nyaman unggul, termasuk di Negara Bagian New England.

“Kami punya 10 hari, dan tidak ada yang membuat saya khawatir,” katanya dalam kampanye di Ohio.

Tetapi, Trump telah kehabisan waktu dan peluang untuk mengubah perlombaan yang menguntungkannya. Lebih dari 56,5 juta orang Amerika telah memberikan suara secara langsung atau melalui surat. Kecepatan pemilihan awal itu, menurut data dari Proyek Pemilu AS, dapat menjadi tingkat partisipasi pemilih tertinggi dalam lebih dari satu abad.

Setelah pemungutan suara awal di negara bagian asalnya Florida pada hari Sabtu, Trump berpacu melalui aksi di tiga negara bagian Carolina Utara, Ohio, dan Wisconsin.


Tidak khawatir

Trump mengatakan kampanyenya di Ohio terlihat baik dan ia tidak khawatir dengan jajak pendapat. “Kami memiliki 10 hari dan tidak ada yang mengkhawatirkan saya,” kata Trump, Minggu (25/10).

Dalam kunjungannya ke New Hampshire, Trump akan menggelar kampanye di Manchester. Dia telah menyarankan bahwa dia mungkin akan mengadakan lima aksi sehari menjelang putaran terakhir sebelum pemilihan.

Biden, yang mengakhiri kampanyenya di Pennsylvania pada hari Sabtu, tidak memiliki jadwal publik untuk hari Minggu. Namun, mantan wakil presiden tersebut sering melakukan perjalanan ke gereja.

Dalam kunjungannya di Pennsylvania, Biden mengkritik langkah Trump yang tidak menganggap serius pandemi dan memperingatkan wabah akan kembali menerpa pada musim dingin ini. Sejauh ini covid-19 telah menewaskan sekitar 224 ribu warga AS.

“Musim dingin yang gelap akan datang, kecuali kami mengubah jalan kami,” kata Biden. (Van/CNA/I-1)

BERITA TERKAIT