26 October 2020, 02:10 WIB

Pemimpin Senior Al-Qaeda Tewas


Faustinus Nua | Internasional

PASUKAN keamanan Afghanistan telah menewaskan Abu Muhsin al-Masri, seorang pemimpin senior Al-Qaeda yang berada di daftar teroris yang paling dicari Biro Investigasi Federal (FBI) AS.

Direktorat Keamanan Nasional (NDS) Afghanistan mengatakan Al-Masri yang diyakini sebagai orang kedua di Al-Qaeda itu menjadi target dari operasi khusus pasukan NDS di Provinsi Ghazni. “Sebagai akibat dari operasi unit pasukan khusus NDS di Provinsi Ghazni, seorang pemimpin Al-Qaida untuk sub kontinen India, Abu Muhsin terbunuh,” tulis NDS di akun Twitter-nya.

Al-Masri, yang juga dikenal dengan nama Husam Abd-al-Ra’uf, telah didakwa di AS karena telah memberikan dukungan material dan sumber daya kepada organisasi teroris asing dan konspirasi untuk membunuh warga negara AS. AS mengeluarkan surat perintah penangkapannya pada Desember 2018.


Invasi

Bulan ini juga menandai 19 tahun sejak AS menginvasi Afghanistan untuk menggulingkan penguasa Taliban yang menyembunyikan pejuang Al-Qaeda yang menyerang AS pada 11 September 2001.

AS secara bertahap menarik pasukannya dari Afghanistan setelah mencapai kesepakatan penting dengan Taliban pada Februari. Kesepakatan itu diatur supaya pasukan asing meninggalkan Afghanistan pada Mei 2021 dengan imbalan jaminan kontraterorisme dari Taliban yang setuju untuk merundingkan gencatan senjata permanen dan formula pembagian kekuasaan dengan pemerintah Afghanistan.

Proses perdamaian intra-Afghanistan dimulai di ibu kota Qatar, Doha, bulan lalu. Meskipun ada pembicaraan, pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan masih berkecamuk dalam beberapa pekan terakhir.

Pekan lalu, utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad mengatakan Taliban telah setuju untuk mengatur kembali komitmen mereka di bawah kesepakatan penarikan pasukan dan mengurangi jumlah korban di negara itu.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kurang dari 200 anggota Al-Qaeda tetap di Afghanistan.


Bom bunuh diri

Kematian Abu Muhsin al-Masri diumumkan pada hari yang sama saat sedikitnya 24 orang tewas akibat pengeboman bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul.

Sedikitnya 57 orang lainnya juga terluka dalam serangan di daerah yang menjadi rumah bagi banyak komunitas minoritas Syiah tersebut.

Puluhan siswa tewas di daerah yang sama di Kabul dalam serangan terhadap pusat pendidikan lainnya pada 2018.

Taliban membantah adanya kaitan apa pun dengan kejadian itu. Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab dalam pernyataan di Telegram, namun tidak memberikan bukti seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Arian, mengatakan penjaga keamanan telah mengidentifikasi seorang pengebom yang meledakkan bahan peledak di jalan di luar pusat pendidikan Denmar.

Sebagian besar korban ialah pelajar berusia 15-26 tahun, menurut Kementerian Kesehatan Afghanistan. Seorang guru, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah keamanan, mengatakan dia dan staf pengajar lainnya terkejut dengan serangan yang menargetkan lembaga itu yang telah memberikan bimbingan bagi ribuan anak jalanan menuju pendidikan tinggi. (AFP/Aljazeera/X-11)

BERITA TERKAIT